News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

IPC Larang Atlet Rusia dan Belarus Tampil di Paralimpiade Musim Dingin

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gambar selebaran yang dirilis di halaman Facebook Kementerian Dalam Negeri Ukraina pada 1 Maret 2022 menunjukkan asap setelah serangan rudal yang menargetkan pusat televisi ibukota Ukraina di Kyiv. (Photo by UKRAINIAN INTERIOR MINISTRY PRESS SERVICES / AFP)

TRIBUNNEWS.COM, BONN - Komite Paralimpiade Internasional (IPC) yang berpusat di Bonn, Jerman, telah mengumumkan bahwa atlet Rusia dan Belarus dilarang bertanding di Paralimpiade Musim Dingin di Beijing, China.

Organisasi itu menarik kembali pernyataannya setelah sebelumnya mengatakan bahwa para atlet dari 2 negara itu tetap akan diizinkan untuk berpartisipasi.

"Demi menjaga integritas pertandingan ini dan keselamatan semua peserta, kami telah memutuskan untuk menolak masuknya atlet dari RPC (Russian Paralympic Committee) dan NPC Belarus," kata IPC dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis (3/3/2022), langkah itu dilakukan setelah IPC pada Senin lalu mengatakan bahwa atlet Rusia dan Belarus akan diizinkan untuk bersaing dalam permainan sebagai 'sikap yang netral', di bawah bendera Paralimpiade, namun tidak akan dimasukkan dalam tabel medali.

Ini merupakan bagian dari sanksi yang diberikan banyak organisasi dan negara untuk menghukum Rusia serta sekutunya, Belarus yang melakukan invasi ke Ukraina.

Baca juga: Pesawat Terbesar di Dunia Antonov AN-225 Hancur Akibat Invasi Rusia ke Ukraina

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional pada Kamis pagi waktu setempat bahwa sebagai tanggapan atas permintaan para Kepala Republik Donbass, ia telah membuat keputusan untuk melakukan operasi militer khusus.

Langkah ini diklaim untuk melindungi orang-orang 'yang telah mengalami pelecehan dan genosida selama 8 tahun oleh rezim Ukraina'.

Kendati demikian, pemimpin Rusia itu menekankan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina.

Saat mengklarifikasi perkembangan yang sedang berlangsung, Kementerian Pertahanan Rusia juga meyakinkan bahwa pasukannya tidak menargetkan kota-kota di Ukraina.

Namun hanya terbatas pada penyerangan dan pelumpuhan infrastruktur militer Ukraina saja.

Negara itu mengklaim tidak ada ancaman apapun yang ditujukan terhadap penduduk sipil.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini