TRIBUNNEWS.COM, UKRAINA - Jumat (4/3/2022), sembilan hari invasi militer Rusia ke Ukraina telah menelan ribuan korban manusia dari kalangan sipil dan militer.
Korban jiwa dari militer tak hanya prajurit biasa melainkan juga para perwira tinggi kedua negara, Rusia dan Ukraina.
Tercatat dua perwira tinggi dua negara yang telah wafat dalam perang itu.
Keduanya adalah Kolonel Oleksandr Oksanchenko dari Ukraina dan MayorJenderal Andrei Sukhovetsky Rusia.
Sosok Kolonel Oleksandr Oksanchenko
Kolonel Oleksandr Oksanchenko dikenal sebagai salah satu pilot pesawat tempur terbaik di dunia saat ini.
Dia dilaporkan tewas dalam pertempuran udara selama invasi Rusia ke Ukraina.
Laporan media Sofrep menyebut bahwa pesawat yang di pilot Kolonel Ole terkena serangan rudal yang diluncurkan dari darat.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky secara anumerta menganugerahi prajurit itu dengan gelar Pahlawan Ukraina.
Kolonel Ole dikatakan ditembak jatuh dari atas udara Kiev oleh Sistem Rudal Pertahanan Udara S-400 Triumph Rusia.
Belum ada informasi tentang jenis pesawat apa yang ia terbangkan saat itu, tetapi dapat diduga bahwa itu adalah pesawat yang paling dia kenal Sukhoi Su-27P1M Flanker.
Kolonel Ole mendapatkan ketenaran di internasional sebagai pilot Sukhoi Su-27 Flanker dari tahun 2013 hingga 2018 dengan Brigade Penerbangan Taktis Pengawal 831 Ukraina yang terletak dari Pangkalan Udara Myrhorod yang terletak di Poltava Oblast.
Menurut halaman Facebook resmi Brigade Penerbangan Taktis Pengawal 831, pilot pesawat tempur legendaris itu telah berpartisipasi dalam berbagai pertunjukan udara Eropa seperti Czech International Air Fest, Royal International Air Tattoo, dan Slovak International Air Fest (SIAF).
Sosok Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky Rusia
Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky adalah Komandan Jenderal Divisi Lintas Udara ke-7 Rusia dan Wakil Komandan Angkatan Darat Gabungan ke-41.
Seperti dikutip dari The Sun, Kamis (3/3/2022), Mayjen Sukhovetsky tewas dalam pertempuran di Pangkalan Udara Hostomel, sekitar 30 mil di luar ibu kota Ukraina, Kiev.
Sumber militer mengungkapkan, Mayjen Sukhovetsky tewas karena tertembak oleh sniper atau penembak jitu.
Sejauh ini, ia menjadi sosok senior pertama yang tewas dalam pertempuran di Ukraina.
Dilansir dari The Independent, Putin mengonfirmasikan bahwa seorang jenderal telah terbunuh pada pertempuran di Ukraina.
Menurut ahli, terbunuhnya Mayjen Sukhovetsky menjadi gambaran bahwa usaha Putin menyerang Ukraina tak sesuai rencana.
Ia merupakan pasukan penerjun payung yang disegani, terlatih dalam misi di wilayah musuh, dan memiliki peran penting dalam pencaplokan Krimea pada 2014 lalu.
Direktur Eksekutif laman jurnalisme investigatif Bellingcat, Christo Grozev, mencuitkan bahwa kematiannya akan menjadi penurunan motivasi utama bagi tentara Rusia.
Korban Tewas dari Militer
Hari kesembilan invasi militer Rusia ke Ukraina terus memakan korban warga sipil dan militer.
Terbaru, Jumat (4/3/2022), Kementerian Pertahanan Ukraina mengklaim lebih dari 9.100 tentara Rusia tewas di tangan tentara Rusia.
Dikutip dari Kyiv Independent, sebanyak 9.166 tentara Rusia meninggal sejak invasi.
Dilaporkan juga bahwa pihak Rusia telah kehilangan 50 MLRS, 33 pesawat, 2 kapal, 37 helikopter, 404 mobil, 251 tank, 60 tangki bahan bakar, 150 artileri, 3 UAV, 939 pengangkut personel bersenjata, dan 18 perang anti-pesawat.
Sementara Rusia mengatakan bahwa hanya 500 tentaranya yang tewas dan sekitar 1.600 orang terluka dalam konflik tersebut.
Sumber: AFP/The Sun/ The Independent