News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Presiden Ukraina Minta Bantuan Senjata Kepada Indonesia, Tapi Ditolak Jokowi

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato di depan Kongres AS melalui tautan video dari Kyiv. Ukraina. (16 Maret 2022). (AFP/Ukraine Presidency/Handout)

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara dalam dua bulan terakhir.

Salah satunya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang dilakukan melalui sambungan telepon pada Rabu 27 April 2022. 

Dalam perbincangan tersebut, Zelensky meminta bantuan persenjataan kepada Indonesia untuk perang menghadapi Rusia. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam keterangan persnya, Jumat, (29/4/2022).

"Dalam pembicaraan itu dibahas juga mengenai berbagai permintaan bantuan persenjataan dari Indonesia," kata Jokowi.

Presiden menolak permintaan bantuan senjata untuk Ukraina tersebut.

Pasalnya berdasarkan konstitusi, Indonesia dilarang mengirim bantuan senjata kepada negara lain.

"Saya menegaskan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain," katanya.

Meskipun demikian kata Presiden, Indonesia siap untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina. 

Baca juga: Jokowi Telepon Vladimir Putin Bahas Situasi Ukraina dan G20

"Saya sampaikan mengenai harapan agar perang dapat segera dihentikan dan solusi damai melalui perundingan dapat dikedepankan," katanya.

Selain itu, Jokowi mengatakan dalam pembicaraan tersebut, Zelensky menyampaikan update kondisi terkini di Ukraina yang masih berperang melawan Rusia.

Pada kesempatan yang sama Presiden mengundang Zelensky untuk hadir dalam KTT G20.

"Dalam konteks inilah maka dalam pembicaraan telepon Kemarin saya mengundang presiden Zelensky untuk hadir dalam KTT G20," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini