News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Pertama Ditemukan di Kongo, Bagaimana Pola Penyebaran Monkeypox pada Manusia?

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gejala dan Cara Mencegah Penularan Cacar Monyet, Virus yang Sedang Menghebohkan Singapura

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, ATLANTA - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mengatakan penularan virus cacar monyet (Monkeypox) terjadi saat seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan, manusia, atau benda yang terkontaminasi virus.

Virus tersebut kemudian masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan maupun selaput lendir yang ada pada mata, hidung atau mulut.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (19/5/2022), Monkeypox dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran, serta dengan memegang daging hewan liar, kontak langsung dengan cairan tubuh, luka, atau bahan seperti pakaian dan tempat tidur yang terkontaminasi luka.

Baca juga: Monkeypox Perlu Diwaspadai, Pakar Epidemiologi Beri Penjelasannya

Kasus Monkeypox pada manusia kali pertama diidentifikasi di Republik Demokratik Kongo pada 1970.

Sejak saat itu, ribuan kasus telah dilacak di beberapa negara Afrika lainnya, termasuk Kamerun, Republik Afrika Tengah, Pantai Gading, Gabon, Liberia, Nigeria, Republik Kongo dan Sierra Leone.

Apakah virus tersebut mematikan?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Monkeypox yang berbeda memiliki virulensi yang berbeda pula.

Di Republik Demokratik Kongo, virus ini diperkirakan memiliki tingkat kematian mencapai 10 persen, sementara di Afrika Barat hanya menyebabkan kematian pada 1 persen dari mereka yang terinfeksi.

Berbeda dengan banyak penyakit lainnya, anak-anak mengalami gejala yang lebih buruk dan tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.

Namun, dalam wabah baru-baru ini, tingkat kematian bahkan lebih rendah.

Karena wabah di AS yang terjadi pada 2003 membuat 71 orang terkena virus, namun tidak ada yang meninggal.

Lalu di Nigeria, setidaknya 183 kasus dilacak di beberapa negara bagian pada periode 2017 hingga akhir 2019, dengan mencatat 9 kematian.

Bagaimana dengan pengobatannya?

Tidak ada pengobatan untuk penyakit Monkeypox, karena hubungannya yang dekat dengan cacar dan penemuannya pada manusia selama program inokulasi cacar.

Namun para peneliti meyakini bahwa vaksin cacar dapat melindungi manusia dari virus ini.

Jynneos, vaksin yang dibuat oleh Bavarian Nordic, dilisensikan di AS untuk diberikan kepada orang dewasa demi memberikan perlindungan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini