News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Menlu RI Bahas Dampak Perang Ukraina dengan IFRC di Bali

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi membahas situasi di Ukraina saat melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Jagan Chapagain.

Pertemuan dilakukan usai Pembukaan 7th Session of Global Platform on Disaster Risk Reduction (GPDRR), Bali, Rabu (25/5/2022).

“Pertemuan utamanya membahas situasi kemanusiaan di Ukraina,” tulis Kemlu RI lewat pernyataan pada hari Rabu.

Sekjen IFRC menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 5-6 juta orang pengungsi dari Ukraina ke negara tetangga, dan 7,5-8 juta orang pengungsi internal dengan pergerakan yang cukup besar.

Baca juga: Bertemu Perwakilan PBB, Menlu RI Bahas Ukraina Hingga Singgung Mekanisme Multilateralisme

Sekjen IFRC juga sampaikan kekhawatiran yang mendalam terhadap dampak perang terhadap ketahanan pangan dunia.

Kekeringan yang terjadi di berbagai negara dan terganggunya rantai pasok pangan akibat perang, akan memperburuk situasi pangan, terutama negara-negara least developed countries.

“Ini merupakan hal serius yang harus menjadi perhatian dunia,” ujarnya.

Dibahas pula mengenai dampak perang terhadap dunia, termasuk ancaman krisis pangan dan energi, terutama di negara least developed countries.

Dengan situasi seperti ini, dikhawatirkan pencapaian Sustainable Development Goals akan semakin jauh dari target.

Dalam pertemuan dibahas pula mengenai situasi kemanusiaan di Afghanistan.

Sekjen IFRC menyambut baik pemberian bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia kepada rakyat Afghanistan.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu RI sampaikan beberapa isu lain, termasuk isu hak-hak dan pemberdayaan perempuan di Afghanistan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini