“Pola curah hujan yang tak dapat diprediksi dan suhu musim panas yang rendah dapat menyebabkan gagal panen besar-besaran di seluruh dunia,” tambahnya.
Menurut laporan tersebut, hal itu akan menyebabkan melonjaknya harga pangan dan tingginya inflasi global pada bulan-bulan musim panas di tahun kedua.
“Baru pada awal tahun ketiga setelah letusan, kemajuan teknologi menyusul krisis dan membantu menyeimbangkan kembali pasokan dan permintaan pangan global,” tambahnya.
Sumber: Daily Mail/Kompas.TV
Baca tanpa iklan