Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Pertahanan Jepang akan memperluas kegiatan penelitiannya tentang kelayakan transfer alutsista, khususnya dengan mempertimbangkan Asia Tenggara.
"Kami akan mencari peralatan dan teknologi yang mungkin diminati oleh negara lain, menganalisisnya, menentukan peralatan mana yang akan difokuskan, dan kemudian membuat proposal untuk diadopsi, seperti menjual kepada pihak berwenang dan melakukan pameran," papar sumber Tribunnews.com, Selasa (24/1/2023).
Survei telah dimulai di India, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, dan akan mempertimbangkan di negara lain juga seperti Afrika di masa depan untuk mempromosikan industri peralatan militer Jepang.
Perusahaan Jepang khusus bergerak pembuatan radar pengawasan udara Mitsubishi Electric juga tertarik melakukan ekspor ke Filipina dengan memanfaatkan penguatan kegiatan riset.
Baca juga: Dorong Tingkat Kelahiran, Pemerintah Jepang Bakal Gandakan Anggaran Terkait Anak
Di Jepang, sejumlah perusahaan menarik diri dari industri alutsista, dan banyak dari mereka mengutip margin keuntungan yang rendah dan kurangnya pesanan yang stabil sebagai alasannya.
Karena tujuan pengiriman terbatas pada Pasukan Bela Diri Jepang, tidak jarang kontrak dikurangi menjadi nol pada tahun fiskal berikutnya karena tekanan dari seluruh anggaran, sehingga sulit untuk membuat rencana produksi.
Peralatan berkisar dari produk besar seperti kapal pengawal, kapal selam, dan pesawat angkut hingga produk kecil dan menengah dan teknologi sistem.
"Bahkan di negara-negara Asia Tenggara, kebutuhan berbeda dari satu negara ke negara lain, dan strategi khusus tiap negara sangat penting," jelasnya.
Tergantung pada proyeknya, ada peralatan yang dikembangkan bersama oleh Jepang dan Amerika Serikat, dan dalam kasus seperti itu, koordinasi dengan Amerika Serikat juga penting.
"Berdasarkan keadaan ini, kami akan melanjutkan dengan kegiatan survei dan proposal."
Pada pameran yang diadakan oleh Kementerian Pertahanan Vietnam di Hanoi pada Desember 2022, Mitsubishi Electric memamerkan radar.
Baca juga: Pertama Kali Sejak 2011 Tarif Listrik Jepang Akan Dinaikkan 30 Persen Mulai Juni 2023
Kerugiannya adalah bahwa peralatan Jepang lebih mahal daripada negara lain.
"Meskipun demikian kami ingin menekankan dan menjual kekuatan layanan dan pemeliharaan purna jual yang solid," ujarnya.
Sementara itu untuk info lengkap terkait beasiswa, upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif serta belajar gratis di sekolah bahasa Jepang, silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang