News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Jepang akan Batasi Ekspor Semikonduktor Canggih ke China

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Yoshitoshi Nishimura mengatakan pemerintah mempertimbangkan tentang pembatasan ekspor pada semikonduktor canggih dan peralatan manufaktur terkait dengan China dan negara-negara lain.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang akan membatasi ekspor semikonduktor canggih ke China.

"Saya ingin menahan diri dari membahas detail individu dalam pertukaran diplomatik," ungkap Yoshitoshi Nishimura, Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang menanggapi pertanyaan mengenai China, Selasa (31/1/2023).

Baca juga: Rasio Lowongan Kerja Aktif di Jepang Terhadap Pelamar Naik 1,28 Kali Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Yoshitoshi Nishimura mengatakan pemerintah mempertimbangkan tentang pembatasan ekspor pada semikonduktor canggih dan peralatan manufaktur terkait dengan China dan negara-negara lain.

Nishimura akan bertukar pandangan dengan Amerika Serikat dan negara-negara terkait lainnya dan merespons dengan tepat sambil mempertimbangkan tren di negara lain.

Jepang telah melakukan diskusi dengan Amerika Serikat dan Belanda mengenai pengembangan senjata pemusnah massal dan semikonduktor canggih yang dapat dialihkan ke sistem militer pada 27 Januari 2023 lalu.

Dan pemerintah Jepang juga mempertimbangkan pembatasan ekspor dengan mempertimbangkan China dan beberapa negara lain.

"Kami telah berkomunikasi dan bertukar pandangan tentang kontrol ekspor dengan negara-negara terkait setiap hari, dan sebagai bagian dari ini, saya telah bertukar pandangan dengan Menteri Perdagangan Remondo di Amerika Serikat awal bulan ini," ungkapnya.

Baca juga: Jepang Batasi Ekspor Chip, Ambisi Beijing Untuk Tingkatkan Industri Semikonduktor Makin Sulit

Pengendalian ekspor produk industri dilakukan berdasarkan Undang-Undang Devisa atau Undang-Undang Devisa dan Perdagangan Luar Negeri.

Saat mengekspor produk yang dapat dialihkan ke penggunaan militer, izin dari Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri diperlukan.

"Kami akan melakukan penyesuaian pada item target tertentu di masa mendatang," ujar Nishimura.

"Selain dampak peraturan baru pada produsen yang tidak akan dapat mengekspor ke China, kami juga diharapkan menghadapi tentangan dari pihak China, jadi kami akan melanjutkan dengan pertimbangan yang cermat," ujar dia.

Sementara itu bagi para pecinta Jepang dapat bergabung gratis ke dalam whatsapp grup Pecinta Jepang dengan mengirimkan email ke: info@jepang.com Subject: WAG Pecinta Jepang. Tuliskan Nama dan alamat serta nomor whatsappnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini