News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Keith Siegel, Tahanan yang Dibebaskan Hamas: 'Al-Qassam Perlakukan Saya dengan Baik', Begini Katanya

Editor: Muhammad Barir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SANDERA ISRAEL DIBEBASKAN - Foto ini diambil pada Selasa (4/2/2025) dari publikasi resmi Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) pada Sabtu (1/2/2025), menunjukkan sandera Israel, Keith Siegel, melambaikan tangan kepada warga Palestina dengan didampingi anggota Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) selama pertukaran tahanan ke-4 pada Sabtu (1/2/2025) sebagai bagian dari implementasi perjanjian gencatan senjata Israel-Hamas di Jalur Gaza. Tiga sandera Israel; Ofer Calderon, Yarden Bibas, dan Keith Siegel, dibebaskan dengan imbalan 183 tahanan Palestina.

Tahanan Israel yang Dibebaskan Keith Siegel: Al-Qassam Memperlakukan Saya dengan Baik, Israel Gagal

TRIBUNNEWS.COM-  Tahanan Israel-Amerika Keith Siegel, yang baru-baru ini dibebaskan dalam gelombang keempat kesepakatan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel, telah berbicara tentang waktunya di penangkaran di bawah Brigade Al-Qassam di Gaza.

Tahanan Israel-Amerika yang baru saja dibebaskan Keith Siegel menggambarkan penahanannya di bawah Brigade Al-Qassam sebagai tindakan manusiawi sambil mengkritik pemerintahnya karena gagal mengamankan kesepakatan lebih cepat.

Dalam surat yang diterbitkan media Al-Qassam melalui Telegram, Siegel, 65 tahun, menjelaskan kondisi penahanannya, dengan mengatakan para penculiknya memastikan ia diberi makanan, obat-obatan, dan perawatan medis yang layak.

“Para pejuang Al-Qassam yang menjaga saya selama penahanan sangat ingin memenuhi semua kebutuhan saya akan makanan, minuman, obat-obatan, dan vitamin,” tulis Siegel.

Dia juga mencatat bahwa ketika dia merasa tidak enak badan, para penculiknya “membawakan saya seorang dokter.”


Siegel, yang mengikuti pola makan vegetarian, menyatakan bahwa pengawalnya “bersemangat membawakan makanan yang sesuai dengan kondisi kesehatan saya, makanan vegetarian dan tanpa minyak.”

Sebelum pembebasannya, Al-Qassam membagikan video Siegel yang mengucapkan terima kasih kepada anggota perlawanan dalam bahasa Arab.

Meskipun dibebaskan, Siegel mengkritik tajam pemerintah Israel, dengan menyatakan bahwa pemerintah Israel “tidak melakukan apa yang diperlukan” untuk mengamankan kesepakatan lebih awal, sehingga memperpanjang perang dan menyebabkan “banyak korban dan kerugian tambahan bagi kedua belah pihak.”

Pernyataan tersebut menyoroti kontras yang mencolok antara perlakuan terhadap tahanan Palestina di tahanan Israel—yang sering didokumentasikan sebagai kasar dan kejam—dan perlakuan terhadap tawanan Israel yang ditahan oleh kelompok perlawanan.

Siegel diserahkan dalam keadaan sehat walafiat, disertai hadiah untuknya dan istrinya, yang juga pernah menjadi tahanan dan dibebaskan pada gencatan senjata pertama pada November 2023.


Kesepakatan pertukaran tahanan, yang dimulai pada 19 Januari sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata selama enam minggu, telah menggarisbawahi perbedaan kondisi yang dihadapi oleh tahanan Palestina dibandingkan dengan mereka yang dibebaskan oleh perlawanan.

Sebagai bagian dari pertukaran terbaru, Hamas membebaskan tiga tahanan Israel, termasuk Siegel dan warga negara Prancis-Israel Ofer Calderon, dengan imbalan sekelompok tahanan Palestina baru.

Tentara Israel mengonfirmasi penerimaan mereka, dengan tim medis melaporkan bahwa Calderon dan tahanan lain yang dibebaskan, Yarden Bibas, dalam keadaan sehat.

Hamas menyatakan bahwa komitmennya terhadap perlakuan manusiawi mencerminkan nilai-nilai moralnya, kontras dengan pelanggaran sistematis pendudukan Israel terhadap tahanan Palestina.

Gerakan tersebut mendesak tekanan internasional terhadap Israel untuk mematuhi protokol kemanusiaan dan menghentikan penganiayaan terhadap tahanan Palestina.

 


SUMBER: Palestine Chronicle

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini