TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Dewi Soekarno (85), istri Presiden Soekarno, mengumumkan pembentukan Partai Heiwa 12 (Partai Perdamaian Anjing dan Kucing) pada 12 Februari 2025.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyatakan akan mengajukan naturalisasi untuk kembali menjadi warga negara Jepang.
"Saya sekarang mengajukan naturalisasi untuk kembali menjadi warga negara Jepang, dan saya berencana mencalonkan diri dalam pemilu setelah proses ini selesai," ujar Dewi Soekarno dalam konferensi persnya di Tokyo.
Diketahui Dewi menjadi warga negara Indonesia sejak menikah dengan Presiden Soekarno pada 1962.
Ia menjadi WNI selama 63 tahun namun karena status kewarganegaraannya, ia tidak memiliki hak pilih di Jepang.
Hal ini menjadi salah satu alasan kuat di balik keputusannya untuk kembali menjadi warga negara Jepang.
Baca juga: Dewi Soekarno akan Dirikan Partai Politik Demi Kesejahteraan Anjing dan Kucing di Jepang
Dalam konferensi pers, hadir juga Shinnosuke Fujikawa, perencana strategi pemilu Partai Heiwa 12 yang optimistis partainya bisa memperoleh setidaknya dua hingga lima kursi di Dewan Parlemen Jepang.
"Saya berharap ini menjadi badai politik menjelang pemilu. Target awal kami adalah memperoleh minimal dua kursi, tetapi lebih diharapkan bisa meraih lima kursi," ujar Fujikawa.
Dewi sendiri yakin popularitasnya dapat menarik banyak suara dari pemilih Jepang terutama kalangan pecinta anjing dan kucing.
"Saya yakin bisa menarik 200 juta suara dan mengamankan dua kursi. Jika tidak, 'dewa pemilu' akan kehilangan statusnya," ujarnya dengan penuh percaya diri.
Partai Heiwa 12 berencana mencalonkan sekitar 30 orang dalam pemilu mendatang, dengan fokus pada daerah perkotaan besar yang memiliki banyak pemilih pecinta hewan.
Hingga saat ini, sudah ada tiga kandidat yang dipastikan maju, termasuk Dewi Soekarno sendiri.
Partai Heiwa 12 dipimpin oleh Dewi Soekarno dan Hiroshi Horiike, seorang pengusaha berusia 65 tahun yang telah lama berkampanye untuk perlindungan hewan.
Menurut Fujikawa, baik Dewi maupun Horiike akan memberikan pinjaman dana untuk partai hingga mereka berhasil mengumpulkan sumbangan dari para pendukung.
"Saat ini, di era internet, penggalangan dana politik jauh lebih mudah. Rata-rata, partai bisa mengumpulkan 200-300 juta yen.
Dengan dukungan dari pecinta anjing dan kucing serta jaringan selebriti, kami optimistis bisa mendapatkan dana yang cukup," jelas Fujikawa yang mengaku sangat mencintai hewan, terutama kucing.
Dengan kepemimpinan Dewi Soekarno dan strategi pemilu yang matang, Partai Heiwa 12 berambisi untuk menjadi kekuatan baru dalam politik Jepang terutama dalam memperjuangkan hak-hak hewan dan kesejahteraan pecinta anjing serta kucing.
Bagi masyarakat yang ingin bergabung atau mendapatkan informasi lebih lanjut, Partai Heiwa 12 membuka pendaftaran gratis melalui email tkyjepang@gmail.com.