Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Senat Filipina akan Gelar Penyelidikan atas Penangkapan Duterte oleh ICC 

Senat Filipina akan menggelar penyelidikan atas penangkapan eks presiden Rodrigo Duterte oleh ICC.

zoom-in Senat Filipina akan Gelar Penyelidikan atas Penangkapan Duterte oleh ICC 
TRIBUNNEWS/HERUDIN
PENYELIDIKAN PENANGKAPAN DUTERTE - Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Istana Merdeka saat melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Jakarta, Jumat (9/9/2016). Senat Filipina akan menggelar penyelidikan atas penangkapan eks presiden Rodrigo Duterte oleh ICC. 

TRIBUNNEWS.COM - Senat Filipina akan menggelar penyelidikan atas penangkapan eks presiden negara itu, Rodrigo Duterte oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Penyelidikan ini akan dipimpin oleh saudara perempuan Presiden Ferdinand Marcos Jr., Senator Imee Marcos.

Menurut Imee, penangkapan Duterte minggu lalu mengguncang politik Filipina.

Tidak hanya itu, Imee justru mempertanyakan legalitas penahanan Duterte.

“Sangat penting untuk memastikan apakah proses hukum telah diikuti dan memastikan bahwa hak-hak hukumnya tidak hanya ditegakkan tetapi juga dilindungi,” kata Senator Marcos, dikutip dari Al Jazeera.

Ia menegaskan bahwa kedaulatan harus menjadi alasan utama dalam penyelidikan.

“Kedaulatan dan proses hukum kita harus tetap menjadi yang utama,” katanya.

Penyelidikan dijadwalkan akan dimulai pada Kamis (20/3/2025).

Untuk mendapatkan banyak bukti, Marcos meminta polisi dan pejabat pemerintah untuk datang dalam penyelidikan tersebut.

Selain mendapat dukungan dari senat Marcos, Duterte juga mendapat dukungan dari ratusan pendukungnya.

Ratusan pendukung Duterte menggelar unjuk rasa untuk menuntut pembebasannya pada hari Sabtu (15/3/2025).

Duterte telah ditangkap oleh ICC di Bandara Internasional Manila pada Selasa (11/3/2025).

Baca juga: Putra Rodrigo Duterte Berjanji Akan Lawan ICC, Sebut Ayahnya Ditahan secara Ilegal

Duterte didakwa atas kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan, terkait dengan apa yang disebutnya sebagai 'perang melawan narkoba'.

Menurut catatan polisi, lebih dari 7.000 orang tewas dalam operasi antinarkoba resmi yang diperintahkan oleh Duterte saat ia menjabat dari tahun 2016 hingga 2022.

Sidang Perdana Duterte

Sidang perdana Duterte digelar pada Jumat (14/3/2025).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas