TRIBUNNEWS.COM - Donald Trump telah mengajukan tuntutan agar kapal-kapal komersial dan militer Amerika Serikat (AS) diizinkan melintasi Terusan Panama dan Suez tanpa biaya.
Dalam unggahan di media sosialnya, Trump menekankan pentingnya kedua jalur perairan tersebut bagi perdagangan dan pertahanan AS.
Trump meminta Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk segera menangani isu ini. "Kapal-kapal Amerika, baik militer maupun komersial, harus diizinkan untuk melakukan perjalanan tanpa biaya melalui Terusan Panama dan Suez," ungkap Trump, seperti dilansir dari The Guardian.
Ia menegaskan bahwa kedua jalur perairan tersebut tidak akan ada tanpa kontribusi dari AS.
Biaya Melintasi Terusan Panama
Rata-rata biaya yang harus dibayar oleh kapal komersial untuk menyeberangi Terusan Panama berkisar antara 200.000 hingga 450.000 USD, tergantung pada ukuran dan muatan kapal.
Beberapa kapal, seperti pengangkut gas alam cair, dapat dikenakan biaya lebih dari 500.000 USD per transit.
Sementara itu, pendapatan otoritas Terusan Suez pada tahun 2023 mencapai 9,4 miliar USD, sebagian besar berasal dari pengiriman AS dan Eropa.
Tanggapan dari Panama
Presiden Panama, Jose Raul Mulino, menanggapi pernyataan Trump dengan menegaskan bahwa biaya tol untuk kapal yang melintas di Terusan Panama diatur oleh Otoritas Terusan Panama (ACP). "Tidak ada kesepakatan yang menyatakan sebaliknya," tegasnya.
Baca juga: Tiongkok Kecam Upaya AS untuk Merusak Hubungan dengan Panama, Serukan Perlawanan
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam kunjungannya ke Panama, menyatakan bahwa AS sedang berusaha mencapai kesepakatan untuk memungkinkan kapal perang AS melintasi Terusan Panama secara gratis.
Namun, usulan ini ditolak oleh pemerintah Panama.
Terusan Suez, yang menghubungkan Eropa dan Asia, menyumbang sekitar 10 persen dari perdagangan maritim global.
Namun, serangan oleh pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran telah mengganggu rute pelayaran ini.
Hal ini menyebabkan pendapatan dari Terusan Suez mengalami penurunan drastis, dengan Mesir melaporkan kerugian hingga 7 miliar USD pada tahun 2024.
Kepentingan AS dalam Terusan Panama dan Suez tidak hanya terkait aspek militer, tetapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi, terutama dalam hal ekspor dan impor maritim.
Terusan Panama, yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, adalah jalur penting bagi rute pelayaran antara Pantai Timur AS dan Asia, dengan 40 persen kapal AS melintasi terusan ini setiap tahunnya.
Secara historis, AS memiliki hubungan kuat dengan Terusan Panama yang dibangun pada awal abad ke-20.
Meskipun terusan ini diserahkan kepada Panama pada tahun 1999, pengaruh AS masih sangat besar hingga saat ini.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Baca tanpa iklan