Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.181: Amnesty Tetap Buru Pelanggaran HAM Rusia Meski Dilarang Kremlin
Amnesty International menegaskan komitmennya untuk terus menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di Rusia meski dilarang Moskow.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.181 pada Selasa (20/5/2025), simak berikut ini peristiwa terbaru yang terjadi.
Amnesty International menegaskan komitmennya untuk terus menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di Rusia.
Seperti diketahui, pemerintah Moskow secara resmi melabeli mereka sebagai "organisasi yang tidak diinginkan".
Dalam perkembangan lain, para pemimpin Eropa sepakat untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia melalui sanksi tambahan.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan Kyiv bersama para mitra internasional sedang mempertimbangkan untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi guna membahas konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.181:
-
Amnesty International Bersumpah Selidiki Rusia
Keputusan Rusia itu secara efektif melarang seluruh kegiatan Amnesty di wilayahnya, serta membuat siapa pun yang bekerja sama dengan organisasi tersebut rentan dikenai tuntutan pidana.
Amnesty menegaskan larangan itu tidak akan menghentikan upaya mereka untuk mendokumentasikan pelanggaran HAM, termasuk dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan Rusia di Ukraina.
"Keputusan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Rusia yang lebih luas untuk membungkam perbedaan pendapat dan mengisolasi masyarakat sipil," kata Sekretaris Jenderal Amnesty, Agnès Callamard, seperti dilaporkan Reuters, Senin (20/5/2025).
Callamard juga menambahkan bahwa Rusia "tidak akan bisa menghapus bukti" dan Amnesty akan tetap mendukung para korban serta membela keadilan, terlepas dari tekanan Kremlin.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.180: Zelensky Ketemu Wapres AS Disela-sela Pelantikan Paus Leo XIV
-
Setelah Bicara dengan Putin, Trump Beri Pengarahan ke Eropa: Uni Eropa Sepakat Tambah Sanksi ke Rusia
Para pemimpin Eropa sepakat untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia melalui sanksi tambahan.
Keputusan itu diambil setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi pengarahan kepada mereka mengenai isi pembicaraannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Hal tersebut disampaikan oleh Kanselir Jerman, Friedrich Merz, dalam pernyataan resminya di platform X pada Senin malam.
“Eropa akan meningkatkan tekanan terhadap Moskow melalui sanksi. Ini yang kami sepakati dengan (Trump) setelah percakapannya dengan Putin,” tulis Merz, dikutip dari Politico, Senin (20/5/2025).
Ia menambahkan bahwa “Eropa dan Amerika sangat bersatu dalam hal ini.”
Menurut laporan Politico, setelah melakukan panggilan telepon dengan Putin, Presiden Trump menghubungi sejumlah pemimpin Uni Eropa.