News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Iran Vs Israel

700 Orang yang Dicurigai Mata-mata Israel Ditangkap 12 Hari Terakhir, 3 Terpidana Digantung Hari Ini

Penulis: Gita Irawan
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TEHERAN DISERANG - Tangkapan layar menunjukkan Israel menyerang Ibu Kota Iran, Teheran pada Selasa (24/6/2025) setelah gencatan senjata disetujui.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 700 orang yang dicurugai sebagai mata-mata Israel dilaporkan telah ditangkap dalam 12 hari terakhir.

Dilansir Aljazeera dari Tasnim News, Jaksa Iran juga telah mendakwa 23 orang di provinsi Khuzestan, Iran karena diduga menjadi mata-mata untuk Israel saat pemerintah Iran meningkatkan keamanannya.

Mengutip laporan Tasnim News, Aljazeera menulis jaksa penuntut umum di kota Ahvaz di barat daya negara Iran dekat perbatasan Irak telah menuduh para tersangka terlibat dalam kegiatan subversif di provinsi tersebut, termasuk mengumpulkan informasi untuk musuh dan menyebarkan propaganda menentang Republik Islam Iran.

Namun Aljazeera melaporkan tuduhan terhadap para tersangka tidak dapat segera diverifikasi oleh media independen atau pembela hak asasi manusia.

"Badan peradilan juga mengumumkan bahwa sedikitnya 700 orang yang dicurigai menjadi mata-mata Israel telah ditangkap dalam 12 hari terakhir," dilansir dari Aljazeera, Rabu (25/6/2025).

Sebelumnya, Tasnim News melaporkan tiga orang terpidana digantung karena bekerja sama dengan intelijen Israel Mossad dan menyelundupkan peralatan pembunuhan terhadap seorang tokoh di Iran.

Ketiganya yang bernama Edris Aali, Azad Shojaee, and Rasoul Ahmad digantung di kota Orumiyeh pada hari ini, Rabu (25/6/2025) pagi setelah dituduh melawan pemerintah Iran karena bekerja sama dengan pemerintah asing dan tindakan spionase untuk Israel. 

"Ketiga pria itu diketahui telah berhubungan dengan elemen utama Mossad di salah satu negara tetangga. Para terpidana telah menyelundupkan peralatan pembunuhan ke Iran dengan kedok minuman beralkohol yang digunakan dalam pembunuhan seorang tokoh Iran," dilansir dari Tasnim News, Rabu (25/6/2025).

Sebagai informasi, Iran dan Israel terlibat dalam perang terbuka selama 12 hari terhitung sejak Israel menyerang sejumlah fasilitas nuklir dan membunuhi pejabat militer serta ilmuwan nuklir Iran Jumat (13/6/2025) lalu hingga Selasa (24/6/2025) kemarin.

lihat foto SERANGAN IRAN - Iran meluncurkan rudalnya untuk menyerang pangkalan militer tempat pesawat siluman AS di Al Udeid Qatar. TRIBUNNEWS

Terkini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kedua pihak menyepakati gencatan senjata total pada Selasa (24/6/2025) kemarin.

Kedua pihak, baik Israel dan Iran juga dilaporkan menyetujui gencatan senjata itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini