News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Top Rank

10 Negara ASEAN dan Urutan Hari Kemerdekaan, Indonesia Bukan yang Tertua

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KEMERDEKAAN NEGARA ASEAN - Bung Karno dan Bung Hatta proklamasikan kemerdekaan Indonesia, pada hari Jumat, 17 Agustus 1945. Republik Indonesia bukanlah yang tertua meraih kemerdekaannya, sementara masih ada negara yang belum pernah dijajah

TRIBUNNEWS.COMĀ - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang kini terdiri dari 11 negara (Timor Leste dalam proses) menampilkan beragam sejarah perjuangan kemerdekaan.

Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI, menandai hari merdeka Indonesia pada 17 Agustus 1945, menarik untuk disimak Hari Kemerdekaan negara tetangga ASEAN.

Hari merdeka berarti terbebas dari segala macam penjajahan.

Ada satu negara ASEAN yang ternyata tak pernah dijajah oleh bangsa asing.

Di sisi lain, Republik Indonesia bukanlah yang tertua meraih kemerdekaannya.

Masih ada negara yang lebih dulu mendapat kemerdekaan dari penjajah.

Berikut urutannya:

1. Filipina

Filipina mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol pada 12 Juni 1898, bersumber dari Official Gazette of the Republic of the Philippines.

Kemerdekaan itu diproklamasikan oleh Emilio Aguinaldo, tetapi kedaulatan penuh baru tercapai setelah Perang Filipina-Amerika dan pengakuan Amerika Serikat pada 4 Juli 1946.

Tanggal 12 Juni tetap diperingati sebagai Hari Kemerdekaan.

Baca juga: 10 Negara dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia, Indonesia Sedikit Membanggakan

2. Indonesia

Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno, didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta, di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Peristiwa ini terjadi setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada Perang Dunia II, menciptakan kekosongan kekuasaan di Indonesia.

Teks proklamasi dirumuskan oleh Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo di rumah Laksamana Maeda pada malam sebelumnya.

Teks tersebut kemudian diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan redaksional.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini