TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengalami government shutdown pada Rabu (1/10/2025).
Kondisi ini terjadi setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran federal.
Kegagalan muncul karena perbedaan tajam antara Partai Demokrat dan Partai Republik dalam menyetujui prioritas belanja negara.
Dikutip dari BBC, tanpa anggaran, banyak lembaga pemerintah tidak lagi memiliki dana untuk beroperasi.
Akibatnya, sejumlah aktivitas harus dihentikan sementara.
Apa Itu Government Shutdown?
Government shutdown adalah kondisi ketika pemerintah federal tidak bisa melanjutkan operasional.
Hal ini terjadi karena dana belum disetujui oleh Kongres dan Presiden.
Menurut penjelasan CNN, undang-undang federal melarang pengeluaran tanpa persetujuan anggaran resmi.
Akibatnya, pegawai pemerintah non-esensial dirumahkan (furlough).
Sementara itu, pegawai esensial tetap bekerja tanpa menerima gaji sampai dana kembali tersedia.
Dampak Langsung
1. Pegawai Federal Tanpa Gaji
Sekitar 4 juta pegawai federal terdampak.
Dari jumlah itu, 2 juta di antaranya tetap bekerja di sektor esensial, seperti militer, pengatur lalu lintas udara, dan petugas keamanan bandara.
Mereka tidak akan menerima gaji sampai Kongres menyetujui anggaran baru.
2. Layanan Publik Tutup
Baca juga: Trump Tetapkan Kartel Narkoba Sebagai Kelompok Bersenjata, Picu Kontroversi Hukum
Taman nasional, museum, dan sejumlah kantor administrasi publik ditutup sementara.
Warga AS akan merasakan langsung dampak ini dalam bentuk penundaan layanan paspor, visa, hingga bantuan sosial tertentu.
Baca tanpa iklan