News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

20 Sandera Israel Dibebaskan, Keluarga Sambut Kepulangan Mereka

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SANDERA ISRAEL DIBEBASKAN - Foto diambil dari Facebook IDF, Senin (13/10/2025), memperlihatkan sandera Israel yang berbicara dengan tentara Israel setelah mereka dibebaskan oleh Hamas dan diserahkan melalui Palang Merah Internasional, dengan imbalan ratusan warga Palestina hari ini.

Ringkasan Berita:

  • Sejumlah 20 sandera Israel dibebaskan oleh Hamas hari ini dan diserahkan melalui Palang Merah Internasional.
  • Tujuh sandera telah bertemu dengan keluarganya dan 13 lainnya sedang menuju ke Israel bersama Palang Merah Internasional.
  • Keluarga sandera Israel menyambut kepulangan orang-orang terkasih mereka dalam suasana haru.

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan pembebasan 20 sandera Israel pada hari ini, Senin (13/10/2025).

Tujuh sandera Israel yaitu Eitan Abraham Mor (25), Gali Berman (28), Ziv Berman (28), Omri Miran (48), Alon Ohel (24), Guy Gilboa-Dalal (24), dan Matan Angrest (22), dibebaskan oleh Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) pada pertukaran tahanan gelombang pertama hari ini.

Selain itu, Hamas telah menyerahkan 13 sandera yang dibebaskan pada gelombang kedua kepada Palang Merah Internasional, dan mereka kini sedang dalam perjalanan menuju Israel.

Daftar identitas 13 sandera tersebut yaitu Elkana Bohbot (36), Rom Braslavski (21), Nimrod Cohen (20), Ariel Cunio (28), David Cunio (35), Evyatar David (24), Maxim Herkin (37), Eitan Horn (38), Segev Kalfon (27), Bar Kupershtein (23), Yosef Haim Ohana (25), Avinatan Or (32), dan Matan Zangauker (25).

Hari ini, Hamas akan membebaskan 20 sandera, sementara itu Lembaga Tahanan Palestina merilis nama 1.718 warga Palestina yang akan dibebaskan dalam pertukaran tersebut.

Ketujuh sandera yang telah dibebaskan kemudian dibawa ke pangkalan militer Re'im di Israel Israel, sebelum kembali kepada keluarga masing-masing.

Orang tua Alon Ohel mengatakan mereka melihat putranya berdiri dengan kedua kakinya dan itu adalah pemandangan yang menakjubkan.

Sementara itu, ibu Eitan Abraham Mor mengatakan putranya terlihat hebat meski kurus dan pucat.

Foto-foto yang tersebar di kalangan media Israel memperlihatkan para sandera telah diserahkan kepada militer Israel.

Menurut laporan The Times of Israel, Hamas mengizinkan beberapa sandera Israel untuk menelepon keluarganya sebelum mereka dibebaskan.

Keluarga lain mengatakan mereka menerima panggilan telepon dari orang terkasih mereka yang ditahan di Gaza, di antaranya Bar Kuperstein, Elkana Bohbot, Nimrod Cohen, saudara David dan Ariel Cunio, dan Matan Zangauker — yang semuanya telah dibebaskan atau dijadwalkan akan segera dibebaskan.

Al Jazeera melaporkan bahwa kendaraan Palang Merah, yang bertugas memindahkan sandera dari Gaza ke Israel, telah tiba di kota Deir el-Balah di Gaza tengah untuk menerima sekelompok tawanan lainnya.

Baca juga: Qatar: Pembicaraan Hamas–Israel Soal Isu Sulit Ditunda Sementara

Upaya pembebasan sandera lainnya juga dilakukan di Khan Younis, Gaza selatan.

Media Israel melaporkan bahwa 20 tahanan telah diserahkan kepada Palang Merah Internasional, dengan kelompok pertama berjumlah tujuh sandera dan kelompok kedua berjumlah 13 sandera.

Israel diperkirakan akan membebaskan tahanan Palestina dalam beberapa jam ke depan.

Trump Pantau Pertukaran Tahanan

Pertukaran tahanan hari ini terjadi ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Israel dalam kunjungan singkat dan berpidato di Knesset (parlemen Israel).

Trump disambut oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kunjungan tersebut.

Hari ini, ia menuju kota Sharm el-Sheikh di Mesir, tempat berlangsungnya konferensi internasional yang dihadiri oleh para pemimpin dunia untuk secara resmi menandatangani perjanjian guna mengakhiri perang di Gaza.

Trump ditemani utusannya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, menantunya Jared Kushner dan putrinya Ivanka Trump dalam kunjungan tersebut.

Fox News melaporkan bahwa Trump mengikuti proses pertukaran tahanan dari pesawat kepresidenannya.

Trump memuji Qatar dan perannya yang “luar biasa” sebagai mediator dalam membantu mengamankan perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza.

"Qatar sangat membantu kami dalam kesepakatan ini. Emir adalah orang yang luar biasa yang sangat membantu kami – Anda harus mengerti, negaranya berada tepat di tengah segalanya," kata Trump.

"Qatar sangat membantu dalam mewujudkan hal ini, saya harap orang-orang dapat menyadarinya. Dan itu sangat sulit dan sangat berbahaya bagi Qatar, mereka sangat berani, dan pemimpin mereka, sang emir, sangat berani – dan Qatar seharusnya mulai mendapatkan apresiasi," pujinya.

Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata tahap pertama antara Hamas dan Israel yang berlaku mulai Jumat (10/10/2025).

Dari 48 sandera yang masih ditahan Hamas, 20 sandera yang masih hidup akan dibebaskan dengan imbalan pembebasan 250 tahanan Palestina dengan hukuman panjang dan 1.716 warga Gaza yang ditangkap Israel sejak Oktober 2023.

Jumlah Korban Serangan Israel di Jalur Gaza

Sejak dimulainya agresi Israel ke Jalur Gaza pada Oktober 2023 hingga Jumat (10/10/2025), sebanyak 67.806 warga sipil Palestina dilaporkan tewas dan 170.066 lainnya mengalami luka-luka.

Di antara korban tersebut, 459 orang meninggal dunia akibat kelaparan yang melanda wilayah Gaza.

Sebanyak 124 jenazah kembali ditemukan, sementara 33 orang lainnya terluka akibat serangan yang terus berlanjut selama 24 jam terakhir pada hari Minggu (12/10/2025).

Selain itu, lebih dari 10.000 orang masih diperkirakan tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur di sejumlah wilayah Gaza.

Israel menuding kelompok Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kehancuran tersebut, mengaitkannya dengan Operasi Banjir Al-Aqsa yang dilancarkan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Serangan itu menewaskan ratusan orang di wilayah perbatasan Israel dan menyebabkan sekitar 250 orang ditawan oleh Hamas dan kelompok perlawanan lainnya.

Sementara itu, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan masih ada 48 warga Israel yang ditahan di Jalur Gaza, baik yang masih hidup maupun telah meninggal dunia.

Hari ini, 20 sandera yang masih hidup telah dibebaskan dan 28 lainnya akan dibebaskan dalam pertukaran berikutnya, termasuk jenazah sandera.

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa Operasi Banjir Al-Aqsa merupakan bentuk perlawanan terhadap pendudukan Israel atas tanah Palestina yang telah berlangsung sejak tahun 1948, ketika sekitar 750.000 warga Palestina diusir dari kampung halamannya untuk pendirian negara Israel.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini