News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump akan Setop Migrasi dari Semua Negara Dunia Ketiga

Editor: Muhammad Barir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN AS TRUMP - Gambar diunduh dari Facebook The White House, Kamis (9/10/2025), memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 9 Oktober 2025. Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia berencana untuk menangguhkan migrasi dari apa yang disebutnya negara-negara dunia ketiga, sehari setelah seorang warga negara Afghanistan diduga menembak dua tentara Garda Nasional di Washington. 

Trump akan Hentikan Migrasi Permanen dari Semua Negara Dunia Ketiga

Ringkasan Berita:

  • Donald Trump menyerukan larangan permanen terhadap imigrasi tertentu
  • Trump berencana untuk menangguhkan migrasi dari "negara-negara dunia ketiga"
  • Sehari setelah seorang warga negara Afghanistan diduga menembak dua tentara Garda Nasional

 


TRIBUNNEWS.COM-  Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia berencana untuk menangguhkan migrasi dari apa yang disebutnya negara-negara dunia ketiga, sehari setelah seorang warga negara Afghanistan diduga menembak dua tentara Garda Nasional di Washington. 

"Saya akan menghentikan migrasi secara permanen dari semua Negara Dunia Ketiga agar sistem AS dapat pulih sepenuhnya," tulis Donald Trump di media sosial.

Ia juga mengancam akan membatalkan "jutaan" pengakuan yang diberikan di bawah pendahulunya Joe Biden, dan untuk "menyingkirkan siapa pun yang bukan merupakan aset bersih bagi Amerika Serikat."

Trump juga mengatakan di platform media sosial Truth Social bahwa ia akan mengakhiri semua tunjangan dan subsidi federal untuk "non-warga negara," dan menambahkan bahwa ia akan "mendenaturalisasi migran yang merusak ketentraman dalam negeri, dan mendeportasi setiap warga negara asing yang menjadi beban publik, risiko keamanan, atau tidak sesuai dengan peradaban Barat."

Komentar Trump muncul menyusul tewasnya seorang anggota Garda Nasional pada hari Kamis setelah ditembak di dekat Gedung Putih dalam penyergapan yang menurut penyelidik dilakukan oleh seorang warga negara Afghanistan.

 

 

Baca juga: Trump Umumkan Nama Pasukan Garda Nasional Tewas Ditembak, Sarah Beckstrom

 

 

Postingan Trump tentang "Joe Biden yang Jahat"

Pemerintahan Trump dikenal memiliki pendirian tegas dalam hal mengizinkan imigran masuk ke AS dan insiden penembakan di ibu kota juga memperburuknya.

Sebelumnya, tak lama setelah warga negara Afghanistan tersebut diidentifikasi sebagai tersangka, Departemen Kewarganegaraan dan Layanan Imigrasi AS menghentikan semua permintaan imigrasi terkait warga negara Afghanistan tanpa batas waktu.

"Perlindungan dan keselamatan tanah air kami dan rakyat Amerika tetap menjadi fokus dan misi utama kami," demikian pernyataan tersebut.

Beberapa menit sebelum pengumuman besarnya, Trump membagikan foto warga negara Afghanistan yang diterbangkan dengan pesawat militer pada tahun 2021. 

"Ini adalah bagian dari pengangkutan udara yang mengerikan dari Afghanistan. Ratusan ribu orang mengalir ke Negara kita tanpa pemeriksaan dan pengawasan. Kita akan memperbaikinya, tetapi tidak akan pernah melupakan apa yang telah dilakukan Joe Biden si Jahat dan para Premannya terhadap Negara kita," tulisnya.

 


Trump Marah Saat Thanksgiving

Dalam unggahan lainnya, Trump mengucapkan Selamat Hari Thanksgiving kepada warga AS "yang telah begitu baik hati membiarkan Negara kita dipecah-belah, diganggu, dibagi-bagi, dibunuh, dipukuli, dirampok, dan ditertawakan, bersama dengan beberapa negara bodoh lainnya di seluruh dunia, karena dianggap 'Politically Correct' dan BODOH, dalam hal Imigrasi".

Ia mengatakan populasi orang asing di AS berjumlah 53 juta dan sebagian besar dari mereka berada di negara tersebut dari "negara-negara gagal, atau dari penjara, rumah sakit jiwa, geng, atau kartel narkoba".

Mereka dan anak-anak mereka dibiayai melalui pembayaran besar-besaran dari Warga Negara Amerika yang Patriotik, yang karena kebaikan hati mereka, tidak ingin mengeluh secara terbuka atau menimbulkan masalah dengan cara, bentuk, atau rupa apa pun. 

Mereka pasrah dengan apa yang telah terjadi di Negara kita, tetapi mereka menanggung akibatnya! Seorang migran yang berpenghasilan $30.000 dengan kartu hijau akan mendapatkan tunjangan tahunan sekitar $50.000 untuk keluarganya," ujarnya.

Beban pengungsi ini merupakan penyebab utama disfungsi sosial di Amerika, sesuatu yang tidak terjadi setelah Perang Dunia II (sekolah gagal, tingkat kejahatan tinggi, kerusakan perkotaan, rumah sakit yang penuh sesak, kekurangan perumahan, dan defisit besar, dll.). Sebagai contoh, ratusan ribu pengungsi dari Somalia kini sepenuhnya mengambil alih Negara Bagian Minnesota yang dulunya besar," ujarnya.

 

 

 

SUMBER: REUTERS, AFP, NDTV

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini