TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Untuk pertama kalinya dalam sejarah diplomasi Jepang, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Keiichi Ichikawa hanya menjabat selama lima hari.
Setelah itu, sang diplomat diberhentikan dan dipindahkan ke posisi strategis sebagai Direktur Jenderal Keamanan Nasional Jepang atau Kepala Sekretariat Keamanan Nasional (NSS).
"Pemerintah memutuskan dalam rapat kabinet pada 28 November bahwa Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasushi Masaki, akan pensiun," ungkap salah satu sumber pemerintah kepada Tribunnews.com, Jumat (28/11/2025).
Sebelumnya, Keiichi Ichikawa—yang saat ini menjabat Direktur Biro Keamanan Nasional—ditunjuk sebagai Duta Besar Jepang untuk Indonesia pada 16 Oktober 2025.
Namun, setelah dipilih langsung oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memimpin NSS, ia mengundurkan diri pada 21 Oktober, hanya lima hari setelah penunjukan dubes tersebut.
Hingga kini, pos Duta Besar Jepang untuk Indonesia belum memiliki pengganti dan tetap kosong sampai Jumat (28/11/2025).
Baca juga: Sekretaris Kabinet: Tidak Benar Trump Larang Jepang Sentuh Isu Taiwan
"Situasi ini tidak lazim. Jarang terjadi kekosongan posisi duta besar negara besar kecuali karena sakit atau wafat, dan kali ini kekosongan berlangsung lebih dari satu bulan sejak 21 Oktober," lanjut sumber tersebut.
Dalam praktik umum, masa transisi pergantian duta besar biasanya berlangsung mulus tanpa jeda.
Duta besar baru akan mulai bertugas sebelum periode duta besar sebelumnya berakhir, sehingga tidak terjadi kekosongan seperti kondisi yang terjadi saat ini.
Sementara itu, Yasushi Masaki—mantan Duta Besar Jepang untuk Indonesia—telah diputuskan untuk ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Penetapan dilakukan dalam sidang dewan OECD pada 18 November 2025, dan ia dijadwalkan menjabat selama dua tahun mulai 1 Desember 2025.
Baca tanpa iklan