Ringkasan Berita:
- Kamboja mengirim surat darurat ke Dewan Keamanan PBB, menuduh Thailand melanggar Piagam PBB, hukum humaniter internasional, serta perjanjian gencatan senjata
- Surat tersebut juga menuding serangan Thailand merusak area sekitar Candi Preah Vihear yang merupakan situs warisan dunia UNESCO
- Kamboja menegaskan komitmen pada pendekatan damai, namun menyatakan tetap memiliki hak membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB
- Kamboja juga meminta DK PBB mengutuk dan menghentikan agresi Thailand.
TRIBUNNEWS.COM - Menanggapi intensitas serangan armada militer Thailand yang terus meningkat, Kamboja akhirnya resmi mengirimkan surat darurat kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk melakukan intervensi.
Adapun surat agar DK PBB segera turun tangan menghentikan Thailand ini dikirimkan oleh Kamboja pada Rabu (10/12/2025).
Dikutip dari Phnom Penh Post, dalam suratnya Kamboja menuding Thailand telah melanggar Piagam PBB dengan melakukan serangan bersenjata tanpa adanya provokasi dari pihaknya.
Selain Piagam PBB, Pemerintah Kamboja juga mengklaim Thailand telah melanggar hukum humaniter internasional serta perjanjian gencatan senjata dan perdamaian yang telah disepakati bersama di Kuala Lumpur, Malaysia pada Oktober lalu.
Pengiriman surat yang ditujukan kepada Ketua Dewan Keamanan PBB tersebut juga dikonfirmasi oleh Kaing Monika selaku perwakilan Keanggotaan Tetap Kamboja di PBB
Monika menyatakan bahwa surat tersebut dikirimkan Kamboja lantaran Thailand telah melanggar banyak ketentuan internasional dengan melakukan serangan ke negaranya.
Surat tersebut menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir terjadi bentrokan sengit di Provinsi Preah Vihear dan Oddar Meanchey, di mana Thailand diduga menggunakan tank, artileri, drone, pesawat tempur, serta gas beracun untuk menyerang wilayah Kamboja.
Serangan tersebut kemudian meluas ke kawasan sipil di Banteay Meanchey dan menyebar hingga ke Provinsi Battambang serta Pursat pada Rabu 10 Desember.
Surat itu juga menyebutkan bahwa serangan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.
Selain itu, Kamboja juga menyatakan bahwa serangan Thailand menimbulkan kerusakan pada rumah-rumah warga, hancurnya infrastruktur publik, termasuk area di sekitar Candi Preah Vihear yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.
Dalam pernyataannya, perwakilan Kamboja di PBB menegaskan bahwa Kamboja telah menunjukkan kesabaran maksimal dengan tidak melakukan balasan selama 24 jam sebagai bentuk penghormatan terhadap perjanjian yang mereka tandatangani bersama Thailand.
Adapun perjanjian yang dimaksud adalah kesepakatan gencatan senjata tanggal 28 Juli dan Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur yang ditandatangani pada 26 Oktober.
Baca juga: Jet Tempur F-16 Thailand Kembali Gempur Kamboja, Depot Minyak Diledakkan
“Kamboja tetap berkomitmen pada pendekatan damai, namun pada akhirnya kami harus mempertahankan hak untuk membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB,” ujar Monika
Surat tersebut juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengutuk tindakan Thailand serta menghentikan operasi militer secara langsung.
Kamboja juga menuntut agar DK PBB segera mengeluarkan keputusan yang mewajibkan Thailand mematuhi hukum humaniter, serta mengirimkan tim investigasi independen guna memverifikasi fakta di lapangan.
Di bagian penutup, surat tersebut menegaskan bahwa tindakan Thailand bukan hanya menyerang Kamboja, melainkan juga merupakan tantangan terhadap hukum internasional dan otoritas Dewan Keamanan PBB.
“Kredibilitas PBB sedang diuji,” pungkas surat tersebut.
Serangan Thailand kian Intensif
Sementara itu, media-media Kamboja juga memberitakan bahwa Militer Thailand terus mengintensifkan serangan ke wilayah Kamboja pada Kamis hari ini (11/12/2025).
Pada pagi hari ini, Khmer Times melaporkan bahwa pasukan militer Thailand memulai serangan terhadap kedaulatan Kamboja serta permukiman warga sipil di Wilayah Militer ke-5, tepatnya di Kawasan Desa Prey Chan, Kommune O Bei Chon, Kecamatan Ou Chrov, Provinsi Banteay Meanchey.
Serangan tersebut terjadi sekitar pukul 07.52 pagi waktu setempat di mana pasukan militer Thailand melakukan tembakan artileri ke wilayah Desa Prey Chan yang merupakan lokasi permukiman warga sipil.
Hingga pukul 08.00 pada 11 Desember 2025, pasukan Thailand terus melakukan tembakan artileri ke wilayah Kamboja di beberapa lokasi pertempuran.
Di medan pertempuran Provinsi Oddar Meanchey, pasukan Thailand juga telah melanjutkan tembakan artileri sejak fajar.
Serangan tersebut khususnya terjadi di wilayah Preah Vihear.
Baca juga: Trump Turun Gunung, Telepon Thailand dan Kamboja demi Hentikan Perang Perbatasan
Kamboja juga melaporkan bahwa pasukan Thailand juga terus melancarkan serangan serupa pada medan pertempuran di wilayah Phnom Khat, Mom Tei, dan An Ses
Di Pos Nomor 47, Desa Sok Sang, Kommune O Bei Chon, tembakan artileri dari pasukan Thailand juga terus berlangsung, sementara di Boeung Trakuan situasi tetap tenang.
Adapun di medan pertempuran O Phluok Damrey, Kommune Thma Da, Kecamatan Veal Veng, Provinsi Pursat, kondisi tetap stabil sejak malam hingga pagi ini tanpa adanya aktivitas tembakan.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan