News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Ejek Eropa 'Si Babi Kecil', Yakin Rusia Bisa Menang Perang Tanpa Syarat

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN RUSIA PUTIN - Foto diunduh dari Kantor Presiden Rusia, Kamis (18/12/2025). Presiden Rusia Vladimir Putin hadir selama presentasi konferensi video mengenai fasilitas olahraga baru yang dibuka di berbagai wilayah Rusia pada tahun 2025. Foto oleh Kristina Kormilitsyna (Rossiya Segodnya). -- Pada 17 Desember 2025, Presiden Rusia Putin mengejek Eropa dengan menyebut mereka babi kecil. Ia yakin Rusia bisa menang perang dengan Ukraina, tanpa harus memenuhi syarat.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin menantang para pemimpin Eropa dengan pidatonya di Moskow.

Berbicara pada pertemuan tahunan dengan kementerian pertahanan, Putin mengatakan Rusia yakin dapat meraih tujuan invasi ke Ukraina yang ia sebut "operasi militer khusus", tanpa syarat.

Ia menyinggung pertemuan antara Eropa, AS, dan Ukraina yang berlangsung di Berlin, Jerman pada awal pekan ini.

Pertemuan itu membahas upaya Eropa dan proposal AS yang diharapkan dapat mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina, yang hasil diskusinya belum diketahui oleh Rusia.

“Jika mereka tidak menginginkan diskusi yang substansial, maka Rusia akan membebaskan tanah bersejarahnya di medan perang,” katanya, Rabu (17/12/2025).

Putin mengklaim pemerintahan AS sebelumnya, merujuk pada Joe Biden, telah dengan sengaja mengarahkan situasi ke arah konflik bersenjata.

Pria berusia 73 tahun itu mengatakan AS percaya Rusia dapat dilemahkan atau bahkan dihancurkan dalam waktu singkat.

Ia kemudian mengecam para pemimpin Eropa, menyebut mereka "babi kecil", dan menuduh mereka bergabung dengan pemerintahan Joe Biden. 

"Babi-babi kecil Eropa segera bergabung dalam pekerjaan pemerintahan Amerika sebelumnya, berharap untuk mengambil keuntungan dari keruntuhan negara kita," kata Putin.

Komentar Putin muncul ketika para pejabat AS mengklaim pembicaraan sebelumnya dengan Ukraina di Berlin telah menyelesaikan sekitar 90 persen dari isu-isu tersulit. 

Presiden berulang kali bersikeras agar Ukraina menyerahkan bagian-bagian wilayah Donbas timur yang masih berada di bawah kendali Ukraina, sebuah tuntutan yang terkadang tampak didukung oleh Gedung Putih, tetapi ditolak mentah-mentah oleh Ukraina.

Baca juga: Jelang Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina, Putin Teguh dengan Tuntutannya, Zelensky Beri Peringatan

Rusia juga mendorong pembatasan ketat terhadap militer Ukraina, melarang negara anggota NATO menempatkan pasukan di wilayah Ukraina, dan mendesak negara Barat untuk menghentikan dukungan terhadap Ukraina.

Pemimpin Rusia itu juga membantah bahwa Moskow berencana untuk menyerang wilayah NATO.

Ia mengklaim NATO mulai mempersiapkan kemungkinan konfrontasi militer dengan Rusia, dengan target tahun 2030, seperti diberitakan The Guardian.

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1394 pada Kamis (18/12/2025), menandai berlanjutnya konflik panjang yang berawal dari invasi besar-besaran Rusia pada 24 Februari 2022.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini