Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo, dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, CHIBA – Kabar duka datang dari Jepang, namun terasa dekat bagi Indonesia.
Johnny, seekor monyet hitam Sulawesi (kurozaru), satwa endemik asal Pulau Sulawesi, Indonesia dilaporkan mati di Kebun Binatang Kota Chiba (Chiba City Zoological Park), Kamis (18/12/2025).
Johnny, monyet jantan berusia 17 tahun, diketahui mati akibat gagal jantung.
Pihak kebun binatang menyebutkan, Johnny sempat menunjukkan gejala mendadak pada sore hari tanggal 28 November 2025 lalu sebelum kondisinya memburuk hingga akhirnya mati.
Bagi para perawat satwa di Jepang, Johnny bukan sekadar koleksi kebun binatang.
Baca juga: Thailand Gagalkan Penyelundupan Puluhan Monyet dan Metamfetamin, Dua Pria Ditangkap
Ia dikenal sebagai sosok tenang dan berwibawa yang memegang peran penting dalam kelompoknya.
“Ia seperti pilar utama. Johnny sering terlihat merawat dan membersihkan bulu anak-anaknya, pemandangan yang sangat berkesan,” ujar salah satu petugas kebun binatang.
Monyet hitam Sulawesi merupakan satwa langka yang kini berstatus terancam punah.
Habitat alaminya berada di Pulau Sulawesi, Indonesia, dan populasinya di alam terus tertekan akibat perusakan hutan dan perburuan.
Keberadaan Johnny dan spesies sejenis di kebun binatang Jepang memiliki makna penting, tidak hanya sebagai sarana edukasi bagi masyarakat internasional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya konservasi satwa endemik Indonesia di luar habitat aslinya.
Saat ini, Kebun Binatang Kota Chiba masih merawat dua ekor monyet hitam Sulawesi lainnya, yakni Taiga (9 tahun) dan Togo (6 tahun), yang merupakan anak Johnny.
Kedua satwa tersebut masih dapat disaksikan pengunjung dan diharapkan dapat meneruskan peran edukasi tentang kekayaan fauna Indonesia.
Kepergian Johnny menjadi pengingat bahwa satwa endemik Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab nasional, tetapi juga perhatian dunia.
Dari Chiba, Jepang, duka atas kepergian monyet hitam Sulawesi ini turut dirasakan hingga ke Tanah Air.
Diskusi kebun binatang di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan