News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

China Pasang Badan untuk Venezuela, Tuding AS Langgar Hukum Internasional di Karibia

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CHINA KECAM AS - Foto diambil dari laman Kedutaan Besar China di Thailand, Jumat (18/4/2025), memperlihatkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian dalam konferensi pers reguler pada hari Kamis (17/4/2025). Jubir Kementerian Luar Negeri China Lin Jian kecam keras AS atas penyitaan kapal tanker di Karibia, Menurut China aksi sepihak Washington dinilai langgar hukum internasional

Ringkasan Berita:

  • China mengecam keras AS atas penyitaan kapal tanker minyak di Karibia, menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius hukum internasional.
  • Beijing menegaskan dukungan terhadap Venezuela, menyatakan Caracas berhak mengelola sumber daya alam, menilai aksi AS berpotensi memicu eskalasi geopolitik.
  • Kecaman China muncul usai Trump mengumumkan “blokade total” minyak Venezuela, yang diikuti peningkatan operasi maritim AS di Karibia dan penahanan kapal tanker.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah China secara tegas mengecam Amerika Serikat (AS) atas tindakan yang disebut sebagai “penyitaan sewenang-wenang” terhadap kapal-kapal negara lain di wilayah Karibia.

Dalam konferensi pers yang digelar di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian menilai tindakan AS yang mencegat dan menyita kapal tanker minyak merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Praktik AS yang secara sewenang-wenang menyita kapal negara lain merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional,” ujar Lin Jian, mengutip dari Anadolu.

Lebih lanjut, Beijing juga menyoroti penggunaan kekuatan negara dalam penegakan sanksi sebagai bentuk unilateralisme dan intimidasi.

China menilai praktik tersebut berpotensi menciptakan preseden berbahaya, di mana negara kuat dapat secara sepihak menegakkan kebijakannya sendiri di wilayah internasional tanpa persetujuan komunitas global.

Terlebih karena hukum internasional secara tegas melindungi prinsip kebebasan navigasi dan kedaulatan negara, termasuk hak kapal dagang untuk berlayar tanpa gangguan di laut lepas.

Menurutnya, Venezuela merupakan negara berdaulat, memiliki hak penuh untuk mengelola sumber daya alamnya dan menjalin kerja sama ekonomi dengan negara lain tanpa tekanan eksternal.

Upaya AS mencegat kapal tanker yang hendak memuat atau mengangkut minyak Venezuela dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak ekonomi dan kedaulatan nasional negara tersebut.

Selain aspek hukum, China juga menilai tindakan AS berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Karibia.

Penyitaan kapal secara sepihak dinilai dapat memicu eskalasi konflik, mengganggu jalur perdagangan internasional, serta berdampak langsung pada stabilitas energi global.

Beijing menekankan bahwa penyelesaian sengketa internasional seharusnya ditempuh melalui dialog dan mekanisme multilateral, bukan melalui tekanan militer atau penegakan hukum sepihak.

Baca juga: Konflik AS-Venezuela Memanas, AS Kejar Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela

Trump Umumkan Kebijakan Blokade Total

Sikap keras Beijing ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas terkait sanksi minyak terhadap Venezuela.

Pemerintahan Trump menilai Venezuela mengalami kemunduran demokrasi yang serius, ditandai dengan pemilu yang dianggap tidak bebas dan adil, pembatasan oposisi, serta konsentrasi kekuasaan di tangan Maduro.

Selain isu demokrasi, Trump juga menuding Maduro terlibat dalam korupsi besar-besaran dan kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan narkoba.

Pemerintah AS menuduh elite Venezuela memanfaatkan negara dan aparat keamanan untuk melindungi jaringan narkotika internasional yang menyasar pasar Amerika.

Tuduhan inilah yang menjadi dasar utama Trump memberlakukan sanksi ekonomi secara bertahap sejak masa jabatan pertamanya.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa blokade tersebut ditujukan pada kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari Venezuela serta kapal yang dianggap membantu perdagangan minyak negara itu.

Pemerintah AS menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya memerangi korupsi, kejahatan lintas negara, dan perdagangan narkoba, yang menurut Washington memiliki keterkaitan dengan elite kekuasaan di Caracas.

AS juga mengklaim bahwa pendapatan dari sektor minyak digunakan untuk mempertahankan kekuasaan Maduro, bukan untuk kesejahteraan rakyat Venezuela.

Dalam pandangan AS, kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah yang lebih keras dan langsung di lapangan.

Alasan itu yang mendorong AS untuk memberlakukan blokade total. Setelah pengumuman blokade, Penjaga Pantai dan otoritas maritim AS mulai meningkatkan operasi di kawasan Karibia.

Sejumlah kapal tanker yang dikaitkan dengan perdagangan minyak Venezuela dicegat, diperiksa, bahkan disita.

Langkah ini menandai perubahan dari sanksi finansial dan diplomatik ke tindakan penegakan langsung di laut, yang segera memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

(Tribunnews.com / Namira)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini