News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Trump Tanggapi Zelenskyy yang Sarankan AS untuk Culik Putin seperti Maduro

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 8 Januari 2026. Presiden AS Trump menanggapi Presiden Ukraina Zelenskyy yang menyarankan AS untuk menculik Presiden Rusia Putin seperti AS culik Nicolas Maduro.

Ringkasan Berita:

  • Presiden AS Donald Trump mengatakan ia tidak akan menculik Presiden Rusia Vladimir Putin, seperti apa yang ia lakukan terhadap presiden Venezuela Nicolas Maduro.
  • AS dengan mudah menculik Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada 3 Januari lalu.
  • Presiden Ukraina Zelenskyy menyarankan AS melakukan hal yang sama terhadap Putin, yang dianggap "diktaktor".
  • Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.418 ketika Rusia menggunakan rudal Oreshnik dalam serangan besarnya.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjawab pertanyaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang menantangnya untuk menculik Presiden Rusia Vladimir Putin, sama seperti ketika AS menculik presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Kepada wartawan, Trump mengatakan ia tidak akan menculik Putin karena mereka memiliki hubungan yang baik.

"Itu tidak perlu. Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengannya, meskipun saya kecewa padanya," kata Trump, menurut laporan EA Daily, Sabtu (10/1/2026).

Menurutnya, mengakhiri perang di Ukraina akan lebih mudah, dengan sekali lagi mengkritik pendahulunya, Joe Biden, karena mendukung Ukraina tanpa menuntut kompensasi, dan menyebutnya sebagai hal yang buruk.

Pada 3 Januari lalu, AS meluncurkan operasi militer untuk menangkap Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, setelah kedua negara tersebut bersitegang karena isu penyelundupan narkoba dan geng kriminal.

Trump menuduh Maduro bekerja sama dengan geng kriminal dan penyelundupan narkoba ke AS, serta menjulukinya sebagai diktaktor Venezuela.

Pemerintah Venezuela membantah semua tuduhan Trump, menganggap operasi AS hanya untuk membuka jalan baginya guna menguasai minyak dan mineral di negara Amerika Latin yang kaya sumber cadangan minyak tersebut.

Menanggapi penangkapan Nicolas Maduro yang "mudah" bagi AS, Zelenskyy menyarankan AS untuk melakukan hal yang sama terhadap Putin.

“Bagaimana seharusnya saya menanggapi ini? Apa yang bisa saya katakan?” kata Zelenskyy kepada wartawan setelah bertemu dengan penasihat keamanan nasional Eropa pada Sabtu (3/1/2026), setelah AS menangkap Maduro di hari yang sama.

“Jika cara ini bisa diterapkan pada diktator, maka AS tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya,” lanjutnya, dikutip dari Euro News.

Baca juga: Analis Peringatkan Eropa: Ambisi AS atas Greenland Berisiko Lemahkan NATO dan Untungkan Rusia

Ia menyarankan agar Trump memperlakukan Putin dengan cara yang sama, karena Rusia terus melancarkan serangan terhadap Ukraina tiga tahun setelah menginvasi negara yang dilanda perang tersebut.

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.418 pada Minggu (11/1/2026).

Perang Rusia–Ukraina bermula dari serangan militer besar yang dilancarkan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022. 

Serangan ini menjadi puncak dari ketegangan panjang antara kedua negara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Akar konflik dapat ditelusuri sejak runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina berdiri sebagai negara merdeka dengan arah politik dan kepentingan keamanan yang kerap bertolak belakang. 

Dalam perjalanannya, Ukraina semakin mendekat ke negara-negara Barat dan secara terbuka menyatakan niat bergabung dengan NATO serta Uni Eropa, langkah yang dianggap Rusia sebagai ancaman bagi stabilitas keamanannya.

Situasi semakin memanas setelah Revolusi Maidan pada 2014 yang menggulingkan presiden Ukraina yang pro-Rusia. 

Pada tahun yang sama, Rusia mengambil alih Semenanjung Krimea, sementara pertempuran bersenjata pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Moskow.

Meski sejumlah upaya diplomasi internasional telah dilakukan, konflik di kawasan timur Ukraina terus berlangsung tanpa penyelesaian nyata. 

Ketegangan tersebut akhirnya memuncak ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022.

Putin menyebut operasi militer itu bertujuan melindungi warga di Donbas, mengamankan kepentingan Rusia, dan menolak perluasan NATO ke Eropa Timur.

Sebagai respons, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan meningkatkan dukungan militer serta finansial kepada Ukraina. 

Hingga kini, Amerika Serikat dan sekutunya masih berupaya mendorong perundingan damai di tengah konflik yang terus berlangsung.

  • Serangan Rusia Lumpuhkan Jaringan Listrik di Ukraina

Para insinyur di Kyiv bergegas untuk menstabilkan jaringan listrik yang hampir lumpuh akibat serangkaian serangan Rusia, termasuk satu serangan dua malam lalu. 

Warga kota berkerumun di dalam apartemen mereka yang tidak berpenghangat untuk melindungi diri dari dinginnya musim dingin pada hari Sabtu (10/1/2026).

Sementara para insinyur bekerja untuk memulihkan listrik, air, dan pemanas. 

Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko mengatakan situasi listrik di ibu kota masih sulit, karena jaringan listrik rusak parah dan orang-orang menggunakan lebih banyak pemanas listrik karena cuaca dingin.

  • PBB akan Adakan Pertemuan Darurat, Bahas Serangan Rusia

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengkonfirmasi bahwa Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Senin untuk membahas serangan skala besar terbaru Rusia terhadap Ukraina.

Ia mengatakan serangan tersebut menggunakan rudal balistik jarak menengah Oreshnik.

“Pertemuan tersebut akan membahas pelanggaran mencolok Rusia terhadap Piagam PBB,” tulis Sybiha di X, pada hari Sabtu.

Sementara itu, Stéphane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB, mengatakan dampak besar dari serangan tersebut.

"Serangan besar-besaran oleh Rusia pada hari Jumat telah mengakibatkan banyak korban sipil dan merampas layanan penting bagi jutaan warga Ukraina, termasuk listrik, pemanas, dan air pada saat kebutuhan kemanusiaan sangat mendesak," katanya, dikutip dari The Guardian.

  • Ukraina Lanjutkan Komunikasi dengan AS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negosiator utama Ukraina, Rustem Umerov, berbicara dengan perwakilan Amerika Serikat pada hari Sabtu.

Pembicaraan itu terjadi ketika Ukraina dan AS berupaya menyepakati kerangka kerja untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina. 

“Kami terus berkomunikasi dengan pihak Amerika hampir setiap hari,” tulis Zelenskyy di aplikasi Telegram, Sabtu.

  • Belgorod Krisis Listrik setelah Serangan Ukraina di Perbatasan Rusia

Gubernur wilayah Belgorod Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina, mengatakan pada hari Sabtu bahwa setidaknya 600.000 penduduk kehilangan aliran listrik, pemanas, dan air setelah serangan rudal Ukraina.

Dalam pernyataan yang diunggah di Telegram, Vyacheslav Gladkov mengatakan upaya sedang dilakukan untuk memulihkan pasokan, tetapi situasinya sangat sulit.

Selain serangan di Belgorod, Rusia melaporkan adanya serangan pesawat tak berawak Ukraina yang memicu kebakaran di sebuah depot minyak di wilayah Volgograd selatan Rusia pada hari Sabtu.

Staf Umum Ukraina mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menyerang depot minyak Zhutovskaya semalam.

Dalam sebuah pernyataan di Telegram, militer Ukraina mengatakan depot tersebut memasok bahan bakar ke pasukan Rusia, dan menambahkan bahwa kerusakan sedang dinilai. 

Militer Ukraina mengatakan bahwa selain depot minyak di Volgograd, mereka juga menyerang fasilitas penyimpanan pesawat tak berawak milik unit Divisi Senapan Motor ke-19 Rusia di Zaporizhzhia, Ukraina selatan, serta titik komando dan kendali pesawat tak berawak di dekat kota Pokrovsk di timur.

  • Serangan Ukraina Lukai 4 Orang

Serangan pesawat tak berawak Ukraina semalam melukai sedikitnya empat orang dan merusak beberapa bangunan di kota Voronezh, Rusia selatan, menurut gubernur wilayah Voronezh pada hari Minggu.

Sebuah fasilitas layanan darurat, tujuh gedung apartemen, dan enam rumah rusak akibat serangan tersebut, kata gubernur, Alexander Gusev, melalui aplikasi pesan Telegram.

  • Rusia Serang Fasilitas Energi Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukannya menggunakan pesawat terbang, drone, rudal, dan artileri untuk menyerang fasilitas energi dan depot penyimpanan bahan bakar Ukraina pada hari Jumat dan semalam.

Mereka tidak segera merinci target atau kerusakan yang ditimbulkan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini