Ringkasan Berita:
- India dan Amerika Serikat mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran akibat meningkatnya ketegangan
- Pemerintah India menerbitkan travel advisory agar warganya membatalkan perjalanan ke Iran, sementara AS menyarankan evakuasi melalui jalur darat (Turki atau Armenia) karena pembatalan jadwal penerbangan komersial.
- Pintu perbatasan darat menuju Turki dan Armenia saat ini masih dibuka sebagai jalur keluar utama, sedangkan akses melalui Azerbaijan sangat dibatasi bagi warga negara AS.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah India pada Rabu (14/1/2026) secara resmi mendesak lebih dari 10.000 warga negaranya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Langkah ini diambil menyusul situasi keamanan yang kian tegang dan tidak menentu.
Seperti yang diketahui sebelumnya, kondisi di Iran saat ini terus memanas akibat gelombang protes antipemerintah yang meluas dalam beberapa hari terakhir.
Meskipun demonstrasi tersebut dipicu oleh kesulitan ekonomi, para pemimpin Iran menuduh jaringan intelijen asing turut campur dengan mempersenjatai serta mendanai kelompok pemberontak untuk menargetkan infrastruktur publik dan aset pemerintah.
Adapun himbauan untuk meninggalkan Iran ini disampaikan oleh Kedutaan Besar India di Teheran dalam pernyataan resminya hari ini.
Di pengumumannya hari ini, Pihak Kedubes menyampaikan bahwa seluruh warga negara India termasuk mahasiswa, peziarah, pelaku bisnis, hingga wisatawan disarankan untuk sesegera mungkin keluar dari wilayah Iran menggunakan sarana transportasi yang tersedia, termasuk penerbangan komersial.
Selain imbauan untuk meninggalkan lokasi, Kementerian Luar Negeri India juga menerbitkan travel advisory (saran perjalanan) yang meminta warga negaranya untuk membatalkan atau menunda perjalanan ke Iran di tengah perkembangan situasi saat ini.
Himbauan senada juga dikeluarkan Amerika Serikat pada hari ini.
Anjuran ini disampaikan melalui Kedutaan Virtual AS untuk Iran.
Keberadaan Kedutaan Virtual sebagai perwakilan AS di Iran ini sendiri merupakan perwujudan dari Washington yang tidak memiliki hubungan diplomatik atau konsuler dengan Republik Islam Iran.
Segala kepentingan Amerika Serikat di Iran saat ini diwakili oleh Pemerintah Swiss melalui kedutaannya di Teheran sebagai kekuatan pelindung (protecting power).
Karena hal ini, warga AS yang membutuhkan informasi atau asistensi lebih lanjut bisa menyambangi Kedutaan Besar Swiss untuk Iran.
Baca juga: Dampak Tarif 25 Persen Trump ke Iran Makan Korban: China hingga India Terseret Sanksi Dagang AS
Sementara itu terkait anjuran meninggalkan Iran, AS memiliki pendekatan yang berbeda dengan India.
Perbedaannya, pemerintah AS menyarankan warganya yang ada di Iran untuk meninggalkan diri melalui jalur darat.
Menurut AS, hal ini disarankan mengingat sejumlah maskapai penerbangan internasional mulai membatasi hingga membatalkan jadwal penerbangan dari dan menuju Iran.
Warga AS disarankan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat menuju Turki atau Armenia jika situasi dirasa aman.
Berdasarkan data per Selasa (13/1), berikut adalah status perbatasan darat untuk meninggalkan Iran:
- Turki:
Pintu perbatasan di Gürbulak/Bazargan, Kapıköy/Razi, dan Esendere/Serow tetap dibuka.
Warga berkewarganegaraan ganda (AS-Iran) tidak memerlukan persetujuan khusus, namun bagi pemegang paspor AS murni, diwajibkan mengirimkan data diri ke Kedutaan Besar AS di Ankara. - Armenia:
Perbatasan darat di Agarak/Norduz masih terbuka.
Warga AS dapat masuk tanpa visa selama 180 hari dengan paspor yang valid. - Turkmenistan:
Perbatasan dibuka, namun memerlukan izin khusus dari pemerintah setempat yang harus difasilitasi oleh Kedutaan Besar AS di Ashgabat. - Azerbaijan:
Akses masuk dari Iran sangat dibatasi bagi warga AS, terutama setelah ketegangan konflik Iran-Israel pada Juni 2025.
Warga AS disarankan mencari rute alternatif selain Azerbaijan.
Baca juga: 6 Pemicu Mata Uang Iran Jatuh ke Rekor Terendah: Sanksi, Inflasi hingga Kerusuhan
Bagi warga AS yang masih berada di Iran, Washington menginstruksikan langkah-langkah berikut:
- Segera Keluar: Buatlah rencana evakuasi mandiri tanpa bergantung pada bantuan langsung pemerintah AS.
- Cari Tempat Berlindung: Jika tidak bisa keluar, tetaplah berada di dalam rumah atau bangunan yang aman. Siapkan persediaan makanan, air, dan obat-obatan.
- Hindari Demonstrasi: Tetaplah rendah hati (low profile) dan waspada terhadap lingkungan sekitar.
- Komunikasi: Pastikan ponsel selalu terisi daya dan terus berkomunikasi dengan keluarga untuk mengabarkan status keamanan Anda.
Warga AS juga dilarang keras melakukan perjalanan ke wilayah perbatasan Afghanistan, Irak, maupun perbatasan Pakistan-Iran karena risiko keamanan yang sangat tinggi.
(Tribunnewscom/Bobby)
Baca tanpa iklan