News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Top Rank

7 Pangkalan Angkatan Udara Terbesar di Amerika, Berdasarkan Populasinya

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Militer Amerika memiliki tujuh pangkalan angkatan udara terbesar berdasarkan jumlah populasi.
  • Pangkalan Gabungan San Antonio di Texas menampung sekitar 145.000 orang dan menjadi yang terbesar.
  • Pangkalan-pangkalan ini berfungsi sebagai pusat operasi militer sekaligus komunitas besar bagi personel dan keluarga mereka.


TRIBUNNEWS.COM – Pangkalan angkatan udara menjadi salah satu tulang punggung utama dalam menjaga keamanan dan strategi global.

Tidak hanya berfungsi sebagai pusat operasi udara, pangkalan-pangkalan ini juga menampung puluhan ribu personel yang membentuk komunitas besar.

Amerika Serikat, negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia, memiliki ratusan instalasi militer di seluruh dunia, termasuk instalasi Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Korps Marinir.

Berikut ini tujuh pangkalan angkatan udara terbesar di Amerika berdasarkan jumlah populasi yang menghuni dan mendukung aktivitas militernya, seperti dilansir Slash Gear.

7. Pangkalan Gabungan McGuire-Dix-Lakehurst, New Jersey (42.000)

Pada 2009, Departemen Pertahanan AS menggabungkan Pangkalan Angkatan Udara McGuire (McGuire AFB), Pangkalan Angkatan Darat Fort Dix (Fort Dix Army Base), dan Pangkalan Angkatan Laut Lakehurst (Lakehurst Naval Air Station) untuk membentuk Pangkalan Gabungan McGuire-Dix-Lakehurst (Joint Base McGuire-Dix-Lakehurst).

Pangkalan ini merupakan satu-satunya pangkalan gabungan tiga matra di bawah Departemen Pertahanan AS.

McGuire-Dix-Lakehurst (JB MDL) memiliki lebih dari 42.000 personel aktif, warga sipil (pegawai federal dari berbagai instansi dan kontraktor), serta anggota keluarga.

Sayap Pangkalan Udara ke-87 mengambil alih komando JB MDL setelah ketiga pangkalan tersebut digabungkan.

PANGKALAN UDARA AMERIKA - Foto yang dirilis Pangkalan Gabungan McGuire-Dix-Lakehurst di situs resminya, menampilkan Pesawat KC-46A Pegasus yang ditugaskan ke Wing Mobilitas Udara ke-305 menunggu pemeriksaan pra-penerbangan selama Latihan Krampus di Pangkalan Gabungan McGuire-Dix-Lakehurst, N.J., 9 Desember 2025. (jbmdl.jb.mil) (US Air Force)

Selain menjaga operasional pangkalan, mereka menyediakan personel Angkatan Udara yang siap misi dan bersifat ekspedisioner untuk mendukung Komandan Tempur Gabungan dalam operasi militer yang sedang berlangsung, menurut situs resmi Pangkalan Gabungan McGuire-Dix-Lakehurst.

Unit ke-87 hanyalah satu dari sekian unit yang beroperasi di 3.900 fasilitas pangkalan tersebut.

Unit ini memiliki lebih dari 80 mitra misi dari berbagai cabang militer, termasuk Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Korps Marinir.

Baca juga: 7 Negara yang Punya Pangkalan Udara Luar Negeri Terbanyak di Dunia Tahun 2026

6. Pangkalan Angkatan Udara Nellis, Nevada (46.842)

Pangkalan Angkatan Udara Nellis terletak tidak jauh dari Area 51 yang misterius.

Pangkalan ini mencakup sekitar 14.000 hektare lahan dalam wilayah seluas 5.000 mil persegi di tengah Gurun Nevada, hanya sekitar 8 mil di utara Las Vegas.

Dalam arti tertentu, Nellis berfungsi sebagai TOPGUN milik Angkatan Udara karena menjadi rumah bagi Sekolah Senjata Angkatan Udara AS, yang dikenal sebagai “Rumah Pilot Tempur”.

Dengan wilayah udara seluas 7.700 mil di utara dan timur pangkalan yang dikhususkan untuk pelatihan militer.

Wilayah sekitar Pangkalan Angkatan Udara Nellis menampung populasi militer sekitar 46.500 jiwa.

Dari jumlah tersebut, 11.628 merupakan personel militer dan 3.286 adalah warga sipil, termasuk kontraktor dan agen federal.

Terdapat pula rata-rata 1.200 personel tugas sementara setiap hari, serta sekitar 8.000 pengunjung resmi setiap tahunnya.

5. Pangkalan Gabungan Langley-Eustis, Virginia (50.000)

Meski disebut pangkalan gabungan, Fort Eustis dan Pangkalan Angkatan Udara Langley dipisahkan oleh jalan raya antarnegara bagian sepanjang 17 mil.

Pangkalan Angkatan Udara Langley menjadi rumah bagi berbagai unit, termasuk Sayap Pangkalan Udara ke-633, Komando Tempur Udara, Sayap Tempur ke-1, Sayap ke-192, serta unit-unit lainnya.

Secara keseluruhan, pangkalan ini, termasuk Fort Eustis, melayani sekitar 106.546 individu di wilayah tersebut, termasuk personel aktif, Garda Nasional, cadangan, anggota keluarga, kontraktor, warga sipil, dan pensiunan.

Namun, tanpa pensiunan, jumlahnya turun menjadi sekitar 50.500 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 15.000 personel aktif, 2.100 anggota Garda Nasional dan cadangan, 5.000 kontraktor, 1.190 warga sipil, 27.256 anggota keluarga, serta sekitar 12.000 siswa yang berkunjung setiap tahun.

Pangkalan ini juga memiliki landasan pacu sepanjang 10.000 kaki, tempat para pengunjung kerap melihat pesawat tempur F-22 Raptor yang dioperasikan dan dipelihara oleh Sayap Tempur ke-1 di Langley.

4. Pangkalan Gabungan Charleston, Carolina Selatan (59.549)

Angkatan Udara memiliki akar sejarah di Charleston sejak 1931, ketika masih bernama Charleston Army Air Field.

Pangkalan Gabungan Charleston secara resmi menjadi pangkalan Angkatan Udara pada 1953.

Kini, pangkalan tersebut menampung 67 mitra misi dan organisasi lain, termasuk seluruh cabang militer serta 60 lembaga Departemen Pertahanan dan federal.

Pangkalan ini melayani hampir 60.000 individu aktif (59.549), yang terdiri dari 11.042 prajurit aktif, 3.286 prajurit cadangan, 5.259 pegawai pemerintah, 4.945 kontraktor, dan 35.017 anggota keluarga.

Menurut Military OneSource, sekitar “20 persen dari seluruh pekerjaan di wilayah Metropolitan Charleston terkait dengan Joint Base Charleston”.

Charleston merupakan pangkalan operasi utama untuk penyimpanan dan pengangkutan kendaraan lapis baja serta perlengkapan militer lainnya, sekaligus menjadi lokasi Komando Pelatihan Tenaga Nuklir Angkatan Laut dan Unit Pelatihan Tenaga Nuklir.

3. Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland (60.000)

PANGKALAN UDARA AMERIKA - Foto yang dirilis Pangkalan Gabungan Andrews di situs resminya, menunjukkan seorang prajurit Angkatan Udara AS dan anjing pelacak militer bersiap untuk naik ke helikopter UH-1N Huey Angkatan Udara AS yang ditugaskan ke Skuadron Helikopter ke-1 di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, 12 November 2025. (jba.af.mil) (US Air Force)

Pangkalan Gabungan Andrews Naval Air Facility Washington, yang lebih dikenal sebagai Pangkalan Gabungan Andrews, merupakan hasil penggabungan Pangkalan Angkatan Udara Andrews dan Naval Air Facility Washington pada 2009.

Sayap ke-316 Angkatan Udara beroperasi dari Pangkalan Gabungan Andrews.

Pangkalan besar ini memiliki populasi sekitar 60.000 orang, yang mencakup anggota Angkatan Udara, Cadangan Angkatan Udara, Garda Nasional Udara, Patroli Udara Sipil, dan Angkatan Laut AS.

Berlokasi dekat ibu kota negara, Pangkalan Gabungan Andrews memainkan peran penting dalam pertahanan Amerika dan mendapat julukan “Lapangan Udara Amerika”.

Hal ini terutama karena Andrews menjadi tempat penyimpanan Air Force One, pesawat kepresidenan, yang dipelihara oleh Sayap Angkut Udara ke-89, atau dikenal sebagai “Sayap Presiden”.

Sayap Presiden menyediakan pengangkutan udara Misi Udara Khusus global, logistik, layanan pelabuhan udara, serta komunikasi bagi Presiden, Wakil Presiden, anggota kabinet, dan para pemimpin senior untuk menjamin komando, kendali, dan komunikasi nuklir, kelangsungan pemerintahan, serta keberlanjutan operasi, menurut situs resmi Pangkalan Gabungan Andrews.

2. Pangkalan Angkatan Udara MacDill, Florida (61.500)

Pangkalan Angkatan Udara MacDill terletak sekitar 8 mil di selatan Tampa, Florida, dan menjadi markas Komando Mobilitas Udara.

Komando ini melatih pengisian bahan bakar pesawat di udara serta memberikan dukungan udara kepada sekutu di seluruh dunia menggunakan 24 pesawat KC Stratotanker.

Namun, pada 2025, Sayap Pengisian Bahan Bakar Udara ke-6 beralih menggunakan pesawat KC-46 Pegasus.

MacDill juga menjadi markas Komando Pusat AS serta Komando Operasi Khusus, pasukan yang mengawasi operasi khusus Angkatan Udara.

Dengan berbagai sayap penerbangan Angkatan Udara, komando gabungan, dan 33 mitra misi yang beroperasi di pangkalan tersebut, Pangkalan Angkatan Udara MacDill melayani 19.900 personel aktif, 7.000 warga sipil, dan 34.600 anggota keluarga, dengan total populasi sekitar 61.500 jiwa.

Sekitar 3.122 individu tergabung dalam Sayap Pengisian Bahan Bakar Udara ke-6, sebagai sayap induk pangkalan dan unit yang siap dikerahkan kapan saja untuk misi pengisian bahan bakar.

1. Pangkalan Gabungan San Antonio, Texas (145.000)

Pada 2005, rekomendasi dari Komisi Penataan Ulang dan Penutupan Pangkalan menghasilkan pembentukan Pangkalan Gabungan San Antonio (Joint Base San Antonio/JBSA), yang secara teknis memiliki 11 lokasi operasional di seluruh wilayah San Antonio dan menjadi rumah bagi 266 mitra misi.

Sayap Pangkalan Udara ke-502 Angkatan Udara mengawasi JBSA, dengan fasilitas utama meliputi Fort Sam Houston, Pangkalan Angkatan Udara Lackland, dan Pangkalan Angkatan Udara Randolph.

Secara kolektif, JBSA melayani sekitar 80.000 personel aktif. Namun, dengan keberadaan 266 mitra misi, populasinya jauh lebih besar.

Terdapat pula sekitar 80.000 personel militer aktif, 8.871 personel Garda Nasional Udara dan cadangan, 18.747 siswa, serta sekitar 35.000 kontraktor dari berbagai instansi.

Seluruhnya berjumlah sekitar 145.000 individu.

Setiap cabang militer terwakili di JBSA, bersama anggota dari berbagai lembaga pemerintah.

Pangkalan Angkatan Udara Lackland menjadi lokasi pelatihan dasar Angkatan Udara AS, tempat setiap rekrutan baru, termasuk dari Garda Nasional Udara dan Cadangan, melapor untuk menjalani pendidikan militer awal.

Amerika Serikat, Negara dengan Pangkalan Udara Terbesar di Dunia

Amerika Serikat memiliki jaringan pangkalan militer luar negeri terbesar di dunia, yang memberinya jangkauan global serta kemampuan proyeksi kekuatan yang tak tertandingi.

Mengutip StudyIQ, AS memiliki lebih dari 750 instalasi militer di lebih dari 80 negara dan wilayah, termasuk yang berada di dalam negeri.

Pangkalan-pangkalan ini memungkinkan AS untuk mencegah ancaman, mendukung sekutu, melaksanakan operasi militer, serta merespons krisis global dengan cepat.

Menurut Departemen Pertahanan (DoD) dan Layanan Penelitian Kongres (CRS), pada 2025 terdapat lebih dari 750 pangkalan militer AS di seluruh dunia.

Pangkalan-pangkalan tersebut tersebar di setiap benua yang berpenghuni.

Instalasi-instalasi ini menampung sekitar 173.000 personel aktif yang bertugas di luar negeri.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini