Ringkasan Berita:
- Megawati tiba di Riyadh, disambut Dubes RI Abdul Aziz
- Didampingi Prananda dan Puan, kunjungan keluarga politik ke Arab Saudi
- Hadiri penganugerahan Doktor HC ke-11 dari Universitas Riyadh
TRIBUNNEWS.COM, RIYADH – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mendarat di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (8/2/2026) siang waktu setempat.
Ia tiba di Royal Terminal, King Khalid International Airport, didampingi putranya M. Prananda Prabowo bersama istri Nancy Prananda, serta disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Atase Pertahanan Brigjen TNI Eri Nasuhi, dan Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri Ahmad Basarah.
Kedatangan Megawati ke Riyadh dalam rangka menghadiri penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University Riyadh yang dijadwalkan berlangsung Senin, 9 Februari 2026.
Gelar ini akan menjadi gelar HC ke-11 yang diterimanya, melengkapi deretan penghargaan akademik dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri.
Megawati tiba mengenakan batik coklat dengan bawahan senada. Putrinya, Ketua DPR RI Puan Maharani, telah lebih dulu tiba di Riyadh pada Minggu pagi. Kehadiran keluarga inti menambah nuansa human interest dalam kunjungan ini.
Sebelum penganugerahan dari Princess Nourah University, Megawati telah menerima 10 gelar doktor kehormatan dari universitas ternama dunia, termasuk Waseda University Tokyo, Moscow State Institute of International Relations, Korea Maritime and Ocean University, Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Padang, Mokpo National University, IPDN, Fujian Normal University, Soka University Japan, dan Universiti Tunku Abdul Rahman Malaysia.
Selain itu, ia juga mengantongi tiga gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan RI, Seoul Institute of the Arts, dan Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage Uzbekistan.
Baca juga: Dino Patti Djalal Kritik Iuran Board of Peace: Rp17 Triliun Setara Pajak 2 Juta Rakyat
Penganugerahan gelar kehormatan ini menegaskan pengakuan internasional terhadap kiprah Megawati di bidang politik, diplomasi, hingga kebijakan publik. Kehadirannya di Riyadh menjadi sorotan karena memperlihatkan hubungan akademik dan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi.
Kunjungan Megawati ke Riyadh bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga mencerminkan peran tokoh nasional Indonesia dalam jejaring internasional. Publik menanti pidato penerimaan gelar yang dijadwalkan esok hari, yang diyakini akan menyinggung isu kepemimpinan, politik, dan peran perempuan di kancah global.
Baca tanpa iklan