News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bertengkar soal Donald Trump, Ayah Tembak Mati Anaknya

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN AS TRUMP - Gambar diunduh dari Facebook The White House, Selasa (7/10/2025). Presiden AS Donald Trump jadi bahan pertengkaran seorang ayah dan anak di AS menyebabkan penembakan.

TRIBUNNEWS.COM, LONDON -  Seorang wanita Inggris ditembak mati saat mengunjungi rumah ayahnya di Texas, Amerika Serikat (AS).

Sebelum penembakan, wanita itu sempat bertengkar dengan ayahnya tentang Presiden AS Donald Trump.

Demikian lapor BBC  sebagaimana dikutip dari Fox News pada Kamis (12/1/2026).

Lucy Harrison, 23 tahun, dari Warrington, Cheshire, meninggal pada 10 Januari 2025 di rumahnya di Prosper, dekat Dallas AS.

Laporan otopsi dari Pemeriksa Medis Collin County, yang diperoleh Fox News Digital, mengungkapkan bahwa Harrison meninggal karena luka tembak di dada.

Polisi di Texas menyelidiki kematiannya sebagai kemungkinan pembunuhan tetapi tidak ada kasus pidana yang diajukan terhadap ayahnya, Kris Harrison.

Pihak berwenang di Inggris membuka penyelidikan atas kematiannya.

Penyelidikan tersebut dibuka di Pengadilan Koroner Cheshire di Warrington dan ditangguhkan menunggu kesimpulan resmi, menurut siaran pers resmi Kepolisian Cheshire .

Lucy Harrison, 23 tahun, ditembak mati ayahnya di dalam rumahnya dekat Dallas AS setelah bertengkat soal Donald Trump. /Foto: Facebook via Fox News

Bertengkar soal Donald Trump

Menurut BBC, pacar Lucy Harrison bernama Sam Littler berada di rumah saat itu saat kejadian.

Dia  mengatakan bahwa ayah dan anak perempuan itu bertengkar hebat tentang Trump, yang akan dilantik untuk masa jabatan keduanya 10 hari kemudian.

"Setelah bertengkar, Kris Harrison menggandeng tangan Lucy ke kamar tidurnya di lantai dasar dan terdengar suara dentuman keras," kata Littler.

Ia bersaksi melihat Lucy terbaring di lantai dan mendengar Kris Harrison berteriak "semacam omong kosong," demikian dilaporkan BBC.

BBC juga melaporkan bahwa Kris Harrison, yang tidak hadir dalam penyelidikan tersebut, menyerahkan pernyataan kepada pengadilan.

Dia beralasan me

penembakan dan telah minum sekitar 17 ons cairan anggur putih.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini