News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

KTT D-8 di Jakarta, Indonesia Gaet Mesir dan Pakistan Bahas Palestina

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERTEMUAN KTT D-8 – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, memberikan keterangan pers mengenai rangkaian kunjungan kerja Menlu RI ke luar negeri, di Gedung Kemlu RI, Jakarta, Jumat (27/2/2026). Indonesia resmi mengundang Mesir, Pakistan, dan perwakilan Palestina untuk hadir dalam KTT D-8 di Jakarta pada April 2026, dengan agenda khusus membahas perdamaian Palestina.

Ringkasan Berita:

  • Solidaritas Muslim diuji, Palestina jadi sorotan dunia
  • Indonesia gaet Mesir dan Pakistan, diplomasi makin panas
  • KTT D-8 Jakarta, keputusan besar ditunggu publik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mulai mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang akan digelar pada April 2026 mendatang di Jakarta. Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah sesi khusus untuk memperjuangkan kemerdekaan dan perdamaian di Palestina.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vyonne Mewengkang, menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri Sugiono telah melakukan serangkaian pertemuan bilateral di New York untuk memastikan kehadiran negara-negara kunci dalam pertemuan tersebut. 

“Menlu RI juga dalam pertemuan bilateralnya mengundang Wata (Wakil Tetap) Palestina dan para Menlu tersebut untuk hadir pada KTT D8 bulan April 2026 di Jakarta. Sebagaimana kita ketahui akan ada juga special session on Palestine,” ujar Vyonne dalam press briefing Kemlu di Kantornya, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Undangan itu disampaikan Menlu Sugiono di sela-sela kehadirannya dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait situasi di Timur Tengah.

Ia secara khusus menemui para diplomat senior dari negara-negara Muslim berpengaruh.

“Menlu RI juga melakukan pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB termasuk dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB di New York, termasuk Menteri Luar Negeri Pakistan dan Menlu Mesir yang juga saat itu berada di New York,” tambahnya.

Vyonne menegaskan koordinasi dengan Mesir dan Pakistan menjadi sangat krusial mengingat peran kedua negara tersebut dalam dinamika geopolitik di Timur Tengah.

“Secara umum pertemuan-pertemuan ini membahas langkah-langkah ke depan dalam memperjuangkan perdamaian Palestina,” jelasnya.

Baca juga: Dewan Pers Segera Temui Menko Airlangga Hartarto Buntut Kesepakatan Resiprokal RI-AS

Sejarah dan Misi D-8

KTT D-8 sendiri merupakan forum internasional negara Muslim besar yang dibentuk di Istanbul tahun 1997 atas prakarsa Turki.

Anggotanya terdiri dari delapan negara: Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Sejak awal, tugas dan misinya adalah memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan pembangunan, sekaligus menjadi wadah solidaritas politik dan kemanusiaan.

Di Jakarta, sorotan utama bukan hanya ekonomi, melainkan solidaritas politik. Indonesia menilai dukungan Mesir dan Pakistan krusial, mengingat keduanya memiliki posisi strategis dalam diplomasi Timur Tengah. Kehadiran mereka di forum ini diharapkan memperkuat suara bersama negara Muslim dalam mendukung Palestina.

Delegasi Indonesia menegaskan bahwa KTT D-8 bukan sekadar forum ekonomi, tetapi juga wadah solidaritas. 

Bahasan Palestina di KTT D-8 diharapkan menghasilkan rekomendasi bersama yang memperkuat posisi negara-negara Muslim di forum internasional, sekaligus memberi dorongan moral bagi rakyat Palestina.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini