News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Daftar Kapal Perang yang Dikerahkan AS untuk Blokade Selat Hormuz

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapal perusak berpeluru kendali USS Mason berlayar. AS mengerahkan sejumlah kapal perang di Selat Hormuz.

Ringkasan berita

  • Militer Amerika Serikat (AS) memblokade Selat Hormuz setelah negosiasi dengan Iran berakhir buntu di Pakistan. 
  • Presiden AS Donald Trump memerintahkan militernya untuk memblokade selat Hormuz sejak Senin (13/4/2026). 
  • Sejumlah kapal perang dan personel militer dikerahkan untuk memblokade selat itu sehingga tidak ada kapal yang bisa lewat, terutama kapal pengangkut minyak milik Iran. 
  • Namun tampaknya upaya yang bertujuan untuk memberikan tekanan kepada Teheran tersebut dinilai tidak berhasil.
  • Dalam 24 jam pertama sejak operasi blokade AS di Selat Hormuz dimulai, sejumlah kapal telah berhasil lolos termasuk empat kapal tanker yang terkait dengan Iran.

TRIBUNNEWS.COM, IRAN -  Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Rabu (15/4/2026) mengatakan militer AS mengerahkan lebih dari 12 kapal perang dan 100 lebih  pesawat untuk memblokade Selat Hormuz.

Berikut beberapa aset militer yang diturunkan menurut Angkatan Laut AS dikutip dari CNN:

  • Kapal induk: Membawa pesawat pengintai dan jet tempur untuk patroli udara tempur. Juga menampung pusat komando, kendali, komunikasi, dan intelijen (C4I) yang signifikan.
  • Kapal serbu amfibi: Juga mengangkut pesawat pengintai dan serang, pusat C4I lainnya, dan ratusan Marinir yang dapat menaiki kapal komersial.
  • Kapal dok angkut amfibi: Akan membawa lebih banyak Marinir, helikopter, dan pesawat angkut Osprey.
  • Kapal pendaratan dok: Dilengkapi dengan helikopter angkut berat dan lebih banyak Marinir.
  • Kapal perusak: Memiliki sensor, kecepatan, dan persenjataan untuk mendeteksi, mencegat, dan jika perlu, menaiki, merebut, dan membawa kapal yang melanggar aturan ke tempat lain.
  • Kapal tempur pesisir: Kapal-kapal ini dapat melakukan penanggulangan ranjau dan pelacakan.

Media Iran: Tapi Kapal Tetap Lolos

Setidaknya dua kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran melintasi Selat Hormuz meskipun ada ancaman blokade oleh militer AS.

Dua kapal itu termasuk diantara  empat kapal yang terkait dengan Iran yang menggunakan rute  yang sama.

Media PresTV Iran, Rabu (15/4/2026), mengutip laporan penyedia data maritim Kpler menjelaskan blolade AS di Selat Hormuz tidak berjalan efektif.

Disebutkan bahwa kapal pengangkut barang curah berbendera Liberia, Christianna, melintas setelah membongkar 74.000 ton jagung di pelabuhan Bandar Imam Khomeini, Iran.

Kapal itu melewati Pulau Larak di Selat Hormuz sekitar pukul 16.00 GMT pada tanggal 13 April.

Kapal kedua, kapal tanker berbendera Komoro bernama Elpis, berada di dekat Pulau Larak sekitar pukul 11.00 GMT dan meninggalkan selat sekitar pukul 16.00 GMT.

Kapal tersebut memuat 31.000 ton metanol, setelah meninggalkan pelabuhan Bushehr di Iran pada tanggal 31 Maret, menurut data Kpler.

Sebuah kapal tanker Tiongkok, Rich Starry, juga melintasi Selat Hormuz tadi melalui rute pemeriksaan yang disetujui Iran di selatan Pulau Larak.

Bantahan AS

Sementara, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan tidak satu pun kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran atau memasuki pelabuhan tersebut setelah blokade maritim yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS).

"Lebih dari 10.000 pelaut, marinir, dan penerbang AS bersama dengan lebih dari selusin kapal perang dan puluhan pesawat terbang sedang menjalankan misi untuk memblokade kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS dan 6 kapal dagang mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik dan memasuki kembali pelabuhan Iran di Teluk Oman," kata CENTCOM di X dikutip pada Rabu (15/4/2026).

"Blokade tersebut diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran," termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman," catat CENTCOM.

"Pasukan AS mendukung kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran," tambahnya.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini