News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Timur Tengah Masih Panas: Inggris Pasang Sistem Anti-Drone Baru di Jet Tempur Typhoon

Penulis: garudea prabawati
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jet tempur Typhoon Angkatan Udara Inggris. Pemerintah Inggris melengkapi jet tempur RAF Typhoon di Timur Tengah dengan sistem anti-drone APKWS untuk menghadapi ancaman drone.

 

Ringkasan Berita:

  • Inggris memasang sistem anti-drone APKWS pada jet tempur RAF Typhoon yang ditempatkan di Timur Tengah.
  • Sistem baru itu diklaim mampu menghancurkan drone secara presisi dengan biaya lebih murah dibanding rudal konvensional.
  • Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran Inggris terhadap potensi serangan balasan terkait ketegangan dengan Iran di kawasan Asia Barat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) yang dikerahkan di kawasan Timur Tengah akan dipersenjatai dengan sistem anti-drone baru.

Sistem anti-drone baru tersebut bernama Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS).

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran London terhadap potensi eskalasi konflik regional yang dipicu ketegangan terkait perang yang didukung Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, pemerintah Inggris menyebut APKWS akan diintegrasikan ke dalam pesawat RAF Typhoon untuk menghadapi ancaman drone dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan penggunaan rudal konvensional.

London mengklaim sistem itu mampu meningkatkan perlindungan bagi personel militer Inggris dan pasukan sekutu di wilayah Timur Tengah dari ancaman serangan pesawat tak berawak, mengutip Al Mayadeen, Minggu (17/5/2026).

Selain itu, APKWS disebut memungkinkan jet tempur menghancurkan target secara presisi dengan biaya yang hanya sebagian kecil dari rudal standar yang selama ini digunakan.

Pemerintah Inggris juga menyoroti kecepatan penerapan sistem tersebut.

IRAN SERANG UEA - Eskalasi militer dilakukan Iran menyerang sejumlah titik di UEA. (tangkapan layar/X @sozunozutv)

Menurut mereka, proses dari pengujian operasional hingga implementasi di lapangan berlangsung kurang dari dua bulan.

Pengumuman itu muncul di tengah laporan media Inggris yang mengungkap kekhawatiran para pejabat terhadap kemungkinan serangan balasan yang dapat menargetkan pangkalan militer Inggris-AS.

Dan juga fasilitas diplomatik Inggris di Asia Barat apabila terjadi agresi lanjutan terhadap Iran.

Pada April 2026 lalu, surat kabar iPaper melaporkan bahwa pejabat Inggris mencemaskan potensi serangan Iran terhadap pusat koordinasi militer Inggris-AS serta kedutaan besar Inggris di berbagai negara kawasan.

Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah pangkalan militer Inggris di Akrotiri, Siprus, dilaporkan menjadi sasaran serangan drone pada Maret lalu.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini