News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Komandan Intelijen Hamas Mohammad Odeh Tewas Bersama Istri dan Tiga Anak

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Hamas mengonfirmasi Mohammad Odeh alias Abu Amro tewas dalam serangan udara Israel di Gaza bersama istri dan tiga anaknya.
  • Odeh merupakan tokoh pendiri Brigade Al-Qassam sekaligus kepala intelijen militer Hamas.
  • Israel menilai kematiannya sebagai pukulan besar bagi upaya kebangkitan militer Hamas.

 

TRIBUNNEWS.COM - Hamas mengumumkan kematian komandan senior sayap militernya, Mohammad Odeh alias Abu Amro, akibat serangan udara Israel di Kota Gaza.

Odeh dilaporkan tewas bersama istrinya dan tiga anak mereka, yakni Yasser, Yahya, dan Jamila.

Al Mayadeen melaporkan Odeh merupakan salah satu anggota generasi pertama Brigade Al-Qassam dan ikut membangun fondasi militer Hamas sejak awal berdiri.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menyebut Odeh sebagai sosok penting yang menghabiskan lebih dari 30 tahun dalam perjuangan bersenjata kelompok tersebut.

“Ia bangkit teguh dan bangga di medan perjuangan dan pengorbanan, menulis halaman baru kebanggaan dan martabat dengan darahnya yang murni," terang Hamas.

Kelompok itu juga menyebut Odeh sebagai figur yang bekerja jauh dari sorotan publik meski memiliki pengaruh besar dalam operasi intelijen dan strategi militer Hamas.

lihat foto KOMANDAN HAMAS GUGUR. - Hamas mengumumkan kematian komandan senior sayap militernya, Mohammad Odeh alias Abu Amro, akibat serangan udara Israel di Kota Gaza.

Odeh pernah menjabat kepala departemen manufaktur militer pada 2001 sebelum naik menjadi komandan Batalyon Al-Khalifah pada 2009.

Ia kemudian dipercaya menjadi wakil komandan Brigade Utara dan kepala intelijen tempur di tingkat pusat Hamas.

Baca juga: Israel Klaim Telah Bunuh Kepala Sayap Militer Baru Hamas Mohammed Odeh Bersama Istri dan Anaknya

Pada periode 2015 hingga 2020, Odeh menjabat sebagai komandan Brigade Utara Hamas.

Sejak 2022 hingga tewas, ia memimpin unit intelijen militer Brigade Al-Qassam dan disebut mengendalikan salah satu “berkas paling sensitif” dalam organisasi tersebut.

Xinhua melaporkan Odeh baru diangkat menjadi komandan tertinggi Brigade Al-Qassam sekitar sepekan sebelum kematiannya.

Ia menggantikan Izz al-Din al-Haddad yang lebih dulu terbunuh dalam operasi Israel pada 15 Mei 2026.

Times of Israel menyebut Odeh merupakan salah satu petinggi Hamas terakhir yang masih bertahan sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.

Israel menuding Odeh berperan besar dalam perencanaan serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang berkepanjangan di Gaza.

Baca juga: Israel Serang Gaza dan Lebanon, Putra Pemimpin Hamas dan Kepala Unit Radwan Hizbullah Tewas

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan Odeh adalah kepala intelijen Hamas saat serangan tersebut berlangsung.

Militer Israel menuduh Odeh “memainkan peran sentral dalam perencanaan dan koordinasi serangan 7 Oktober.”

Israel Katz menegaskan operasi terhadap Hamas akan terus berlanjut.

“Kami berjanji Hamas tidak akan memiliki kendali militer atau sipil atas Gaza, dan itu akan terjadi,” kata Katz seperti dikutip dari Xinhua.

Pemakaman Odeh dan keluarganya digelar di Kota Gaza pada Rabu, 27 Mei 2026.

Baca juga: Soal GSF Diintersep Tentara Zionis Israel: Hamas Kecam, Netanyahu Bangga

Ribuan warga menghadiri prosesi pemakaman sambil membawa bendera Hamas di tengah reruntuhan bangunan akibat perang.

Seorang kerabat Odeh, Abu Al-Abd Odeh, mengatakan kematian para pemimpin Hamas tidak akan menghentikan perjuangan Palestina.

“Perjuangan rakyat Palestina akan terus berlanjut di semua tingkatan,” ujarnya saat prosesi pemakaman menurut Times of Israel.

Pejabat kesehatan Gaza menyebut serangan yang menewaskan Odeh juga menyebabkan sedikitnya tiga orang lain tewas dan lebih dari 20 warga terluka.

Bangunan apartemen di kawasan Rimal, Kota Gaza, dilaporkan hancur akibat serangan tersebut.

Konflik Israel-Hamas yang berlangsung sejak Oktober 2023 terus memicu gelombang korban sipil dan militer di kedua pihak tanpa tanda mereda.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini