News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ringgit Menguat, PM Malaysia Justru Minta Semua Pihak Berhemat dan Kurangi Kunjungan Luar Negeri

Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RINGGIT MALAYSIA - ANWAR IBRAHIM Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat mendengarkan khutbah salat Jumat di Masjid Ar-Rahimah Taman Greenwood Jumat (30/1/2026). Pada Sabtu (30/5/2026) Anwar menegaskan bahwa pemerintah Malaysia saat ini tengah menerapkan efisiensi anggaran di seluruh kementerian, seperti Pembatasan perjalanan dinas bagi menteri dan pejabat negara ke luar negeri yang menjadi salah satu sorotan utama dalam kebijakan ini.

Ringkasan Berita:

  • Perdana Menteri Anwar Ibrahim menerapkan kebijakan efisiensi ketat dengan membatasi jumlah delegasi dan fasilitas kunjungan kerja ke luar negeri
  • Hasil penghematan anggaran sebesar RM15,5 miliar (sekitar Rp69,57 triliun) langsung disalurkan kembali ke masyarakat melalui program bantuan sosial, perbaikan fasilitas sekolah, dan voucher buku untuk pelajar
  • Kebijakan ini sejalan dengan menguatnya nilai tukar Ringgit di Asia, yang didorong oleh tingginya kepercayaan investor hingga stabilitas politik

 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah tren penguatan nilai tukar Ringgit Malaysia, Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim justru menginstruksikan jajaran pemerintahannya untuk melakukan penghematan anggaran secara ketat.

Salah satu langkah utamanya adalah memangkas biaya kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri agar dana tersebut dapat dialihkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.

Kebijakan Penghematan Ketat

Melansir dari Bernama, Anwar menegaskan bahwa pemerintah Malaysia saat ini tengah menerapkan efisiensi anggaran di seluruh kementerian.

Alokasi belanja untuk hal-hal non-esensial akan dipangkas, sementara sektor krusial seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas utama.

Pembatasan perjalanan dinas bagi menteri dan pejabat negara ke luar negeri pun menjadi salah satu sorotan utama dalam kebijakan ini.

"Semua kunjungan studi dan perjalanan serupa telah dibatalkan di tingkat federal," ungkap Anwar di sela-sela peresmian Festival Kaamatan tingkat Sabah 2026 di Hongkod Koisaan pada Sabtu (30/5/2026)..

Bila memang harus berangkat ke luar negeri, Anwar menegaskan bahwa pihak terkait harus memangkas pengeluaran hingga jumlah orang yang akan dikirimkan ke luar negeri.

"Untuk kunjungan resmi, jika sebuah delegasi sebelumnya terdiri dari enam orang, kini dikurangi menjadi dua orang. Jika akomodasinya adalah Royal Suite, sekarang diturunkan menjadi Junior Suite," terang Anwar ke sejumlah awak media Malaysia .

Selain membatasi kunker, berbagai program pelatihan aparatur negara kini juga diwajibkan untuk digelar di fasilitas milik pemerintah, bukan lagi menyewa hotel mewah.

"Jika kita tidak bijak dan hemat dalam pengeluaran, negara tidak bisa diselamatkan. Uang yang kita hemat akan disalurkan kembali kepada rakyat," tegasnya.

Dana Dihemat Demi Rakyat Malaysia

Baca juga: Menteri Sakti Trenggono Tumpangi Jet Pribadi saat Kunker, KPK Minta Usut Imbas Tak Masuk LHKPN

Berkat kedisiplinan anggaran ini, pemerintah Malaysia berhasil menghemat dan menyalurkan kembali dana sebesar RM15,5 miliar (sekitar Rp69,57 triliun) kepada masyarakat luas. 

Dana tersebut langsung dialokasikan melalui berbagai program nyata.

Dalam sektor bantuan sosial, pemerintah menyalurkan Sumbangan Tunai Rahmah (STR) dan Sumbangan Asas Rahmah (SARA).

Selain itu, perhatian besar juga diberikan pada fasilitas pendidikan melalui suntikan dana tambahan sebesar RM1 miliar (sekitar Rp4,48 triliun) yang dikhususkan untuk memperbaiki puluhan ribu toilet sekolah yang rusak.

Untuk meringankan beban pendidikan, pemerintah juga membagikan voucher buku senilai RM100 (sekitar Rp448.900) yang ditujukan bagi seluruh pelajar sekolah dan mahasiswa di penjuru negeri.

Faktor Menguatnya Ekonomi Malaysia

Langkah efisiensi anggaran ini berjalan beriringan dengan menguatnya nilai mata uang Ringgit, yang saat ini tercatat sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan Asia.

Tren positif ini diyakini sebagai hasil dari meningkatnya kepercayaan investor yang didukung oleh stabilitas politik yang terjaga dengan baik.

Baca juga: Thailand Copot Pejabat karena Banjir, di Indonesia Bupati Umrah dan DPRD Kunker saat Bencana

Di samping itu, tata kelola pemerintahan yang efisien serta komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim turut menjadi faktor kunci yang mendongkrak perekonomian.

Terkait upaya pemberantasan korupsi dan perbaikan tata kelola, Anwar menekankan bahwa hal tersebut murni bertujuan untuk memulihkan stabilitas keuangan negara, bukan dilandasi motif politik.

Di kancah internasional, kebijakan luar negeri Malaysia yang berprinsip "centrality" dinilai Anwar berhasil menjaga kuatnya hubungan dagang dan aliran investasi dari negara-negara besar ke Malaysia. 

Adapun asas "Centrality" yang dimaksud Anwar ini adalah sikap independen namun tegas yang ditampilkan Malayasia terhadap isu-isu internasional dan panggung global.

Melalui perpaduan antara penguatan Ringgit dan disiplin anggaran yang ketat, Anwar mengaku optimis Malaysia dapat terus menjaga kesejahteraan rakyatnya di tengah ketidakpastian geopolitik global.

(Tribunnews.com/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini