TRIBUNNEWS.COM - Iran dan Israel saling menyerang pada Senin (8/6/2026) untuk pertama kalinya sejak AS dan Iran menyepakati gencatan senjata pada April lalu.
Perang yang berlarut-larut itu turut berdampak pada Indonesia, terutama karena konflik di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melonjak.
Presiden AS Donald Trump lantas memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa ia mungkin akan sendirian dalam waktu dekat jika perang kembali terjadi.
"Saya berkata, 'Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan sendirian dalam waktu dekat,'" kata Trump dalam wawancara telepon dengan Axios pada Senin (8/6/2026) waktu setempat.
Axios melaporkan bahwa Trump menelepon Netanyahu pada Minggu malam dan memintanya untuk tidak membalas serangan Iran setelah Teheran melancarkan serangan ke Israel.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengklaim bahwa Israel memberi pemberitahuan yang sangat terlambat kepada AS mengenai serangan pada Minggu tersebut.
"Mereka sudah dalam perjalanan. Tetapi akhirnya saya membatasi (serangan Israel)," kata Trump.
Trump juga mengatakan kepada Axios bahwa ia menerima panggilan dari lima negara berbeda di kawasan yang memintanya mendesak Netanyahu untuk berhenti.
"Negara-negara ini sangat prihatin. Mereka menyukai kesepakatan yang telah kami negosiasikan," kata Trump.
Trump juga mengklaim bahwa pemerintahannya menerima pesan dari Iran pada Senin pagi yang menyatakan kesediaan untuk berhenti menembak jika Israel melakukan hal yang sama.
"Mereka menghubungi kami dan mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan serangan lagi serta meminta kami memberi tahu Israel agar tidak melakukan serangan lagi," kata Trump.
Selain itu, dalam percakapan telepon dengan Netanyahu, Trump mengatakan kepada ABC News bahwa ia meminta PM Israel itu untuk menggunakan penilaiannya sendiri.
Baca juga: 5 Populer Internasional: Israel Serang Iran - Bangunan Ambruk Akibat Gempa M 7,8 Filipina
Trump memperingatkan Netanyahu agar tidak merusak upayanya mencapai kesepakatan damai dengan Iran.
"Saya tidak ingin melakukan apa pun yang akan merusak kesepakatan itu, tetapi saya berkata, 'Kau harus menggunakan penilaianmu sendiri.' Pergilah dan gunakan penilaianmu sendiri, tetapi saya tidak ingin kesepakatan itu dirugikan," kata Trump kepada Kepala Koresponden ABC News di Washington, Jonathan Karl, dalam wawancara telepon pada Senin.
Trump menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran masih berlangsung secara aktif dan bahwa pihaknya sedang berusaha menyelesaikannya.
Baca tanpa iklan