News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ini Hambatan dalam Bisnis E-Commerce

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengunjung membuka online e-commerce GooDizz pada acara peluncuran produk tersebut di Paris Van Java, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Rabu (30/5). Bisnis yang dikembangkan PT Infomedia Nusantara ini merupakan layanan pembelian produk atau jasa melalui sistem online yang bekerjasama dengan merchant-merchant populer di Indonesia dengan penawaran harga diskon yang besar sampai 90 persen, diantaranya produk tersebut kuliner (restoran), travel, hotel, hiburan, salon (spa), gadget, dan lain-lain. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ada sejumlah tantangan dalam bisnis e-commerce. Beberapa di antaranya adalah ketakutan consumer terhadap produk yang diperjualbelikan melalui toko online.

Ketua Umum  Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa, mengatakan bahwa ada tiga kendala yang diihadapi seperti keinginan membeli barang secara langsung, garansi atas barang yang dibeli dan pembelian melalui kartu kredit.

"Ketiga hal itu yang mewaspadai pembeli, realitanya adalah barang yang tidak sesuai gambar bisa dikembalikan, ada garansi, dan banyak pilihan untuk melakukan mekanisme pembayaran," kata Daniel Tumiwa,  di Jakarta, Rabu (11/06/2014).

Ketakutan ini karena bisnis start up tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa bisnis e-commerce memberikan proteksi bagi setiap pembelian barang. "Kalau beberapa e-commerce memberikan proteksi, seperti bibli yang mempunyai 16 metode pembayaran," katanya.

Meskipun ada halangan tercatat ada beberapa hal yang mendukung perkembangan bisnis online setelah mereka mulai memahami bisnis  e-commerce.

Dalam survei tampak bahwa orang yang melihat-lihat toko online akan melakukan sejumlah aksi. Sekitar 70 persen responden akan melakukan aksi langsung, 88 persen responden akan melakukan riset dan 47 persen tidak melakukan transaksi.

"Banyak yang melakukan transaksi setelah memahami e-commerce, Jadi dibutuhkan edukasi untuk memahami bisnis toko online, ini yang harus dilakukan," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini