News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lubang di Permukaan Matahari, Pertanda Apa?

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lubang korona di permukaan matahari seperti didokumentasikan satelit Solar Dynamics Observatory.

TRIBUNNEWS.COM - Wahana Solar Dynamics Observatory (SDO) menyuguhkan citra menarik tentang Matahari. Bintang induk di Tata Surya itu seolah memiliki tompel di permukaannya.

Citra itu memicu perdebatan, apa yang akan terjadi pada Matahari? Apakah itu pertanda kiamat sudah dekat. Dan, banyak lainnya.

"Tompel" memang menyeramkan. Namun, sebenarnya, fenomena itu biasa. Kalangan astronom menyebutnya "lubang korona".

Lubang korona sendiri adalah area permukaan Matahari yang lebih dingin dan kurang padat dibanding area sekitarnya. Medan magnet area itu terhubung langsung dengan antariksa.

Kondisi tersebut memungkinkan plasma dari permukaan Matahari yang punya massa jenis tinggi mengalir ke luar angkasa. Akibatnya, area lubang korona tampak gelap.

Aliran plasma massa jenis tinggi atau angin Matahari bisa memengaruhi kinerja satelit. Dalam kondisi terburuk, satelit bisa rusak.

Diuraikan Universe Today, 12 Juli 2016, Fenomena lubang korona adalah bagian siklus hidup Matahari. Aktivitasnya naik turun dan salah satu tandanya adalah lubang korona.

Lubang korona biasa dijumpai di kutub Matahari. Namun, pada saat-saat tertentu, itu terdapat di wilayah ekuator.

Jika lubang korona muncul di ekuator, angin matahari-nya biasanya akan mengarah ke Bumi.

Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini