News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kurikulum pendidikan sarana aktualisasi diri

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kurikulum pendidikan sarana aktualisasi diri

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan kurikulum pendidikan di sekolah harus mampu menjadi sarana aktualisasi diri para remaja sehingga energi yang tersimpan dapat berkembang ke arah positif. 

"Kurikulum harus diubah ke arah yang lebih mengajak para pelajar untuk berpartisipasi, dengan begitu angka kenakalan remaja dapat ditekan. Kurikulum kita saat ini sudah tidak aman dan ramah bagi anak-anak," katanya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, segala sesuatu yang dimiliki oleh remaja senantiasa harus disalurkan dan diarahkan.
"Energi dan kreativitas remaja harus difasilitasi, kebutuhan biologisnya pun harus diarahkan," jelas Arist.

Ia menambahkan kurikulum sekarang hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual sedangkan kecerdasan emosional dan spiritual kurang diperhatikan.

"Dua kecerdasan itu (emosional dan spiritual) akan hilang karena remaja hanya mengejar target sukses ujian nasional," katanya.

Menurut Arist, hal ini juga menjadi tantangan dari tugas menteri pendidikan yang baru. "Butuh kurikulum yang lebih ramah untuk anak-anak," katanya.

Ia menambahkan guru hanyalah bertugas sebagai fasilitator pendidikan bukan pihak yang bisa menangani semua hal.

"Dengan kurikulum yang partisipatif, guru akan lebih tahu apa saja keluhan murid dan bagaimana cara menanganinya," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini