News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mengenal Sindrom Stevens-Johnson, Efek Buruk Konsumsi Obat

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Nama penyakit yang diberikan berdasarkan nama penemunya dr. Stevens dan dr. Johnson ini merupakan sindrom efek samping obat yang paling parah/buruk. Kasus-kasus SSJ bisa disebabkan oleh reaksi terhadap obat antibiotik (obat sulfa dan penisilin), antikejang (misal, fenitoin) dan obat antinyeri termasuk yang dijual tanpa resep (seperti, ibuprofen).

Reaksi ini dialami segera setelah anak mengonsumsinya. Biasanya reaksi muncul tidak hanya karena pengaruh obat, melainkan ada faktor pencetus lain seperti infeksi virus yang memperberat gejala alerginya. Reaksi muncul pada kulit dan terutama pada selaput lendir/mukosa, dengan gejala kulit dan selaput lendir melepuh, mengelupas, atau melenting seperti habis terbakar.

Awalnya gejala tersebut muncul di beberapa tempat saja kemudian meluas dari selaput mukosa yang melapisi mulut ke tenggorokan, dubur, kelamin, hingga mata. Di daerah yang terpengaruh ini akan terasa sangat nyeri dan sakit. Penderita pun mengalami demam. Kondisi tersebut sangat rentan untuk terjadinya infeksi yang dapat menjadi penyebab kematian.

SSJ cukup berbahaya dan memerlukan pertolongan segera. Kalaupun sembuh, sindrom ini dapat meninggalkan kecacatan berupa kebutaan, kerusakan paru, dan beberapa masalah lain yang tak dapat disembuhkan.

Konsumsi obat yang dicurigai sebagai penyebab harus segera dihentikan. Pasien harus dirawat dalam unit rawat luka bakar atau ICU untuk menghindari infeksi. Penanganan dilakukan dengan melibatkan spesialis luka bakar, penyakit dalam, mata, dan kulit. Selain itu, pemberian cairan elektrolit dan makanan cair berkalori tinggi melalui infus dilakukan untuk membantu pemulihan.

Pemberian antibiotik (dengan kandungan yang dianggap aman) untuk mencegah infeksi sekunder seperti sepsis. Obat-obat antinyeri yang aman juga digunakan untuk membuat pasien merasa lebih nyaman.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini