News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kesehatan

Terkena Rematik, Jangan Coba-coba Diobati Sendiri

Penulis: Agustina Rasyida
Editor: Agung Budi Santoso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi nyeri rematik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Rematik bagi sebagian orang merupakan penyakit serius, karena dapat memengaruhi kualitas hidup. Tetapi, ada beberapa orang yang menganggap enteng.

Pasalnya, jika mereka terkena rematik, mereka dapat dengan mudah mengobati sendiri atau membeli obat rematik di pasaran tanpa resep dokter. Padahal ini justru akan memperburuk kondisi tubuh.

"Yang perlu diwaspadai kalau kita sakit radang sendi, jangan diobati sendiri, harus ke dokter," ujar Prof. Dr. dr. Handoko Kalim, Sp.PDKR, Indonesian Rheumatology Association (IRA), Jumat (12/12/2012), di Jakarta.

Karena kita tidak dapat memastikan, radang sendi tersebut merupakan rematik biasa (atralgia) atau radang sendi kronis (artritis). Hal ini harus dilakukan, mengingat banyak obat rematik yang dijuak di pasaran menimbulkan efek berbahaya.

"Sekarang efek samping obat itu lebih berbahaya daripada penyakitnya sendiri."

Lebih lanjut Handono menyontohkan, obat yang mengandung steroid dapat berakibat seseorang moon face, osteoporosis, darah tinggi, bengkak, diabetes. Obat anti nyeri rematik bisa menyebabkan buang air besar darah berminggu-minggu, hemoglobin menurun, lesu, pucat, mudah lelah, hingga tidak bisa bekerja.

"Keliru pakai obat rematik yang biasa diobati obat yang bahaya, kita menderita karena obatnya," pungkas anggota Dewan Riset Nasional ini.

Dalam rangka Hari Rematik Sedunia yang jatuh pada 12 Oktober, Handono mengharapkan masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, cukup istirahat, dan kenali gejala-gejala awal rematik. (Agustina N.R)

Baca artikel menarik lainnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini