News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penderita Diabetes Semakin Banyak

Penulis: Agustina Rasyida
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Agustina N.R

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seiring banyaknya populasi usia lanjut, pasien diabetes (khususnya tipe 2) semakin banyak. Angka pasien diabetes naik di seluruh dunia, berdasarkan data International Diabetics Federation tahun 2011.

Di Asia Tenggara, pasien diabetes naik 69 persen, dari 71 juta menjadi 191 juta. MENA (Middle East and North Africa) naik 83 persen, dari 33 juta menjadi 60 juta, Afrika naik 90 persen dari 50 juta menjadi 28 juta, Eropa naik 22 persen dari 53 juta menjadi 64 juta, Amerika Tengah dan Selatan naik 59 persen dari 25 juta ke 40 juta, Amerika Utara naik 36 persen dari 38 juta menjadi 51 juta, dan Pasifik Barat naik 42 persen dari 132 juta menjadi 188 juta. Diperkirakan pada tahun 2030 terdapat 552 juta pasien diabetes. Naik 51 persen dari 366 juta pada tahun 2011.

Di Indonesia, angka diabates tipe 2 juga ikut meningkat, sekitar 6,8 persen. Daerah yang banyak pasien diabetes seperti Kalimantan Barat, Jawa Tengah, DI Aceh, dan Sumatera Selatan. Sedangkan orang dengan Impaired glucose tolerance (IGT atau pre diabetes) naik sekitar 10,2 persen.

"Data WHO 2011 menyebutkan gula darah tinggi penyebab kematian tertinggi, selain tekanan darah tinggi, dan rokok yang menyebabkan komplikasi kronisnya cepat," kata dr. Tri Juli E. Tarigan, Sp.PD, Divisi Endokrinologi dan Metabolisme FKUI - RSCM, saat temu media, Selasa (6/11/2012), di Jakarta.

Dokter yang biasa disapa TJ ini memaparkan hal ini disebabkan berbagai hal. Sebut saja berubahnya gaya hidup, urbanisasi, pola makan berubah, serta kurang aktivitas fisik.

"Di negara maju, konsep makan bukan agenda utama, tapi sekedar basa-basi, sosialisasi," ujar TJ.

Diabetes juga disebabkan karena gen dan lingkungan. Gen bisa diperoleh dari keturunan dan lingkungan disebabkan pola hidup tidak tertatur (pola makan tidak sehat, istirahat, dan olahraga kurang, paparan radikal bebas, obesitas). Perpaduan antara gen dan lingkungan menyebabkan sel-sel tidak sensitif pada pankreas. Efeknya pasokan insulin menjadi sedikit, meskipun insulin berfungsi menormalkan gula darah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini