News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pompa ASI Masih Ditemukan di Toilet

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi ruang khusus menyusui.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penelitian Program Magister Kedokteran Kerja Departemen Kedokteran Komunitas FKUI, menemukan mengungkapkan fakta menyedihkan seputar pemberian ASI di tempat kerja.

Pasalnya, sebanyak 50 persen atau satu dari dua pekerja perempuan sektor formal di Jakarta memompa ASI di toilet atau kamar mandi.

"Ini terjadi akibat kurang memadainya fasilitas ruang laktasi dan tidak adanya program pembinaan laktasi yang maksimal ditempat kerja, meski telah diamanatkan oleh peraturan pemerintah," kata Dr Ray Basrowi dalam paparan Penelitian Program Magister Kedokteran Kerja Departemen Kedokteran Komunitas FKUI, belum lama ini.

Bahkan, kondisi ini tidak hanya terjadi di sektor pabrik swasta tetapi juga di beberapa instansi pemerintah dan BUMN yang menjadi lokasi penelitian
ini.

"Belum lagi fakta yang menunjukkan hampir separuh responden mengaku tidak mengetahui adanya peraturan pemerintah yang mewajibkan tempat kerja menyediakan fasilitas menyusui (ruang laktasi) dan perlengkapannya," kata Ray.

Tempat Kerja Pengaruhi ASI

Sementara itu, beberapa faktor terkaitpekerjaan dan tempat kerja secara statistik diyakini mempengaruhi rendahnya pemberian ASI eksklusif pada
pekerja sektor formal.

"Hasil analisis statistik menunjukan bahwa fasilitas laktasi dan program pembinaan laktasi berhubungan dengan rendahnya prevalensi ASI eksklusif pada pekerja yang menjadi subyek penelitian ini," kataDr Nuri Purwito Adi, MSc MKK, salah seorang pembimbing penelitian ini

Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa implementasi peraturan pemerintah tentang pemantapan pemberian ASI ditempat kerja masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.

Tempat kerja baik itu instansi pemerintah maupun pabrik yang menjadi lokasi penelitian ini belum menyediakan fasilitas sesuai standar serta sebagian besar tidak memiliki tenaga konselor ASI.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini