TRIBUNNEWS.COM - Tribunnews.com membuka kontak Konsultasi yang akan dijawab Drg Anastasia Ririen
Drg R Ngt Anastasia Ririen Pramudyawati, alumnus Fakultas Kedokteran gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, siap menjawab segala pertanyaan seputar kesehatan gigi dan mulut di rubrik konsultasi gigi dan mulut Tribunnews.com.
Selama ini, perempuan kelahiran tepian Danau Tage - Epouto (Enarotali, Paniai, Papua) ini bekerja di Permata Pamulang Hospital, Happy Smile Dental Clinic Bali View Point (keduanya beralamat di Tangerang Selatan), dan praktek pribadi D-smile di wilayah Pondok Cabe, Selatan Jakarta.
Selain itu, juga aktif menulis di www.kompasiana.com/dokteranastasiaririen dan memberikan konsultasi soal kesehatan gigi dan mulut lewat media radio, serta mengisi rubrik konsultasi di Harian Tribun Kaltim.
Bagi pembaca Tribunnews.com yang ingin melakukan konsultasi masalah gigi dan mulut, silakan mengirimkan pertanyaan melalui email: dr_anastasia_ririen@yahoo.com.
Semua jawaban akan ditayangkan di www.tribunnews.com.
Pertanyaan Pembaca
Dokter Anastasia..
Saya mempunyai anak perempuan yang baru berumur 10,5 tahun. Hingga saat ini masih ada gigi yang tanggal. Tetapi tumbuhnya tidak rapi. Mungkin akibat faktor genetika.
Struktur gigi taringnya gingsul dan gigi depannya agak besar sehingga giginya tidak rata.
Pertanyaan saya, mulai umur berapakah gigi puteri saya bisa dirapikan dan ditata dengan kawat gigi ..karena masih ada gigi yang tanggal, Dok?
Terimakasih. (Dian Bendahareni)
Jawaban:
Dear Ibu Dian Bendahareni yang baik,
Di usia 10,5 tahun, dengan kondisi masih adanya gigi susu yang belum tanggal di antara gigi-geligi permanen yang sudah erupsi merupakan petunjuk bahwa gigi-geligi puteri tercinta Ibu ada di periode gigi bercampur.
Perlu dipahami bahwa terkait perawatan orthodonti, optimalisasinya dimaksudkan untuk mendapatkan hasil terbaik dalam waktu sesingkat mungkin sejauh bisa diupayakan dengan biaya seminimal mungkin, serta berada dalam lingkup alamiah biologis dan batasan aspek psikologis yang aman.
Ruang lingkup fase perawatan orthodonti meliputi fase Perawatan Dini (Preventif & Interseptif), Korektif, serta Rehabilitatif.
Untuk kasus anomali di periode gigi bercampur seperti pada puteri Ibu termasuk dalam fase perawatan orthodonti Interseptif. Tindakan dimaksudkan untuk menghambat anomali yang sedang berkembang, serta menuntunnya kembali ke arah yang normal, Ibu..
Yang umum terjadi pada periode ini merupakan jenis-jenis anomali:
- Posisi gigi seri rahang bawah ke arah dalam (mendekat ke lidah),
- Posisi gigi seri kedua rahang atas lebih mencuat ke arah mendekati bibir, maupun sebaliknya masuk ke dalam mendekati langit-langit,
- Gigi seri kedua tidak ada benih giginya,
- Gigi seri kedua berukuran mini,
- Posisi gigi geraham kecil permanennya tidak di lengkung idealnya,
- Terjadi celah antar gigi,
- Pertemuan antar tonjol gigi-geligi rahang atas dan rahang bawah berlawanan dengan kaidah idealnya,
- Adanya anomali akibat kebiasaan buruk tertentu,
- Adanya hubungan anomali antar rahang, serta
- Gigi-geligi depan yang berjejal.
Perawatan Dini (fase Preventif dan Interseptif) dapat diupayakan bila kondisi berikut ini telah terdeteksi sudah terjadi maupun sedang berproses, Ibu..
Di antaranya sebagai berikut :
- Ketika hubungan antar gigi-geligi antar rahang terlampau maju maupun terlampau mundur,
- Adanya kondisi pertemuan antar tonjol gigi-geligi rahang atas dan rahang bawah yang berlawanan dengan kaidah idealnya,
- Hubungan antar tepi incisal gigi-geligi depan berjarak horizontal lebih dari 6mm,
- Hubungan antar tepi incisal gigi-geligi depan berjarak vertical lebih dari 3mm,
- Pertumbuhan rahang atasnya kurang berkembang,
- Gigi-geligi depannya berjejal dalam derajat sedang,
- Tepi incisal gigi-geligi depan rahang bawah mencapai langit-langit saat gigi-geligi antar rahang dikatupkan,
- Adanya kebiasaan buruk, serta
- Adanya pertumbuhan gigi berlebih.
Hal ini hanya dapat ditentukan diagnosanya dengan tepat setelah dilakukan pemeriksaan secara langsung dan teliti oleh dokter gigi berkompeten, Ibu.
Pada kasus anomali tertentu dapat diprogramkan sebuah tahapan pencabutan gigi secara berseri. Pencabutan ini tidak boleh dilakukan pada kasus gigi berjejal ringan, benih gigi yang tidak ada, pada kasus dengan adanya celah antar gigi, termasuk pada kondisi gigitan yang dalam.
Tahap penting pencabutan berseri inipun hanya dilakukan setelah sang dokter menghitung serta mempertimbangkan secara tepat kasus anomali yang terjadi, termasuk telah memprediksi perkembangannya kelak. Mengapa demikian? Karena di tahap ini rahang masih dalam tahap berkembang. Belum memasuki fase stabil/statis maksimalnya.
Dan, perlu Ibu ketahui, tahap perawatan ini dapat dilakukan sejak usia 7-8 tahun. Artinya, di usia 10,5 tahun sudah bisa mulai dilakukan perawatan, Ibu.. Itulah mengapa, silakan segera mengunjungi dokter gigi berkompeten terdekat pilihan Ibu agar jenis anomali yang terjadi pada puteri tercinta Ibu dapat segera ditentukan diagnosenya, serta dirawat dan diantisipasi sedini mungkin, bila memang diperlukan.
Demikianlah, Ibu. Salam sehat dari saya untuk Ibu dan seluruh keluarga Ibu.
Baca tanpa iklan