News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sperma Mandul, Sulit Membuahi Ovum? Jauhi Minuman Bersoda

Penulis: Daniel Ngantung
Editor: Agung Budi Santoso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sperma

TRIBUNNEWS.COM - Mengonsumsi minuman bersoda secara berlebih berisiko turunkan produksi sperma berkualitas bagus. Demikian hasil penelitian University of Utah seperti yang diwartakan Daily Mail, Rabu (14/8/2013).

Penurunan jumlah sperma diyakini disebabkan oleh gula kristal rafinasi (refined sugar) yang terkandung dalam soda.

Sebanyak 156 tikus dijadikan objek penelitian dalam studi tersebut dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yaitu setengah dari total objek penelitian yang telah diberikan gula rafinasi, dengan takaran yang sama dengan tiga kaleng soda untuk ukuran manusia. Sisanya adalah kelompok kedua yang diperlakukan sebagai objek sehat.

Setelah 32 minggu, seluruh tikus jantan dari kelompok pertama terdeteksi bereproduksi (beranak pinak) 25 persen lebih sedikit dari kelompok kedua. Sementara 35 persen tikus betina mati.

Artinya, minuman bersoda menurunkan kesuburan sperma sehingga bikin kendala berbiak.

Dalam kaitannya dengan penambahan berat badan dan obesitas, level insulin, peningkatan glukosa, para peneliti malah tidak menemukan perbedaan pengaruh yang signifikan pada dua kelompok tersebut.

Itu artinya, gula rafinasi memang tidak terlalu berpengaruh buruh terhadap berat badan, tapi kalau untuk soal reproduksi malah sebaliknya.

"Penelitian kami membuktikan bahwa gula rafinasi yang selama ini dianggap aman malah memberikan pengaruh sebaliknya yang dramatis pada kesehatan mamalia," tulis para peneliti.

American Heart Association menganjurkan  perempuan Amerika tidak mengonsumsi gula lebih dari enam sendok teh per hari. Untuk pria, batasannya tak lebih dari sembilan sendok teh gula. Sebagai perbandingan, sekaleng soda bisa mengandung enam sendok teh gula.

Para peneliti sangat menyarankan untuk mengurangi pengonsumsian gula rafinasi. Menggantinya dengan gula rendah kalori dan madu bisa menjadi alternatif.

Daniel Ngantung

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini