News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Begini Cara Mematikan Bakteri dan Kuman Pada Pakaian Bekas

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas Bea dan Cukai menunjukkan barang bukti pakaian eks impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilyah Jakarat, Jalan Merpati, Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/1/2012). Petugas berhasil mengamankan 85.000 potong pakaian bekas yang terbagi dalam 85 ballpress . Pakaian ini diduga diseludupkan dari pelabuhan-pelabuhan kecil di pulau Sulawesi, kemudian melewati Surabaya untuk kemudian dipasarkan di kawasan Pasar Senen. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Kementerian Perdagangan melalui uji laboratorium menemukan 216.000 koloni bakteri per gram dalam celana impor bekas. Dalam uji sampel 25 baju dan celana bekas impor yang diambil dari Pasar Senen, Jakarta, hasilnya semua pakaian impor itu mengandung berbagai bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

Meski demikian, pakaian bekas ini masih digemari. Padahal, pakaian bekas dapat mengganggu kesehatan kulit. Siapa yang tahu, sejumlah pakaian tersebut telah dipakai oleh siapa saja?

Dokter spesialis kulit Ratna Komala Dewi mengatakan, infeksi terhadap kulit dapat diminimalisir jika mencuci pakaian dengan bersih sebelum digunakan.

“Kalau pakaian bekas harusnya dicuci, direndam menggunakan air panas hingga 100 derajat celsius untuk mematikan kuman dan bakteri,” terang Ratna saat dihubungi, Rabu (4/2/2015).

Selain itu, cucilah dengan sabun dan tambahkan cairan antiseptik. Untuk pakaian berwarna putih, bisa mencucinya dengan ditambah bahan pemutih yang cukup kuat membunuh bakteri hingga jamur.

Kemudian, wadah mencuci pakaian bekas harus dipisah dengan pakaian kotor di rumah Anda. Rendamlah dalam satu wadah dan bilas hingga bersih. Setelah itu, jemur pakaian dan seterika panas juga dapat membunuh bakteri. Sejumlah cara ini bisa mencegah risiko penularan penyakit kulit.

Mencuci pakaian dengan bersih pun juga harus dilakukan jika Anda membelinya di toko pakaian baru. Pakaian baru seperti celana bisa saja tercemar bakteri jika sebelumnya telah dicoba oleh berbagai orang sebelum pembelian.

Sebelumnya Ratna mengatakan, penyakit kulit yang rentan tertular karena menggunakan pakaian bekas adalah jamur. Kulit bisa terasa gatal hingga menimbulkan bercak merah maupun putih seperti panu. Bakteri maupun jamur itu biasanya menumpuk pada bagian lipatan seperti ketiak hingga selangkangan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini