TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Jatim mencatat pada 2014 jumlah penderita baru kanker yang menyerang leher rahim perempuan (kanker serviks) sebanyak 3.814 orang. Catatan yang lebih besar dan mengerikan, terjadi dalam skala nasional.
Mengutip hasil penelitian yang pernah ada, dr Hari Nugroho SpOG, spesialis obstetri dan ginekolog RSUD Dr Soetomo mengatakan, setiap tahun muncul 20.928 kasus baru kanker serviks di Indonesia.
"Artinya, setiap jam muncul 2,5 kasus baru kanker serviks," kata Hari Nugroho saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion bertajuk Jatim Darurat Kanker Serviks yang digelar Harian Surya (Tribunnews.com Network) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Kamis (5/3/2015).
Potensi maut akibat kanker serviks pun terbilang tinggi.
Dalam setahun, sebanyak 9.498 perempuan meninggal dunia karena penyakit ini, atau 791 kematian per bulan, atau 26.4 kematian per hari, dan 1,1 kematian per jam.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Ansarul Fahrudda, dua jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan Indonesia adalah kanker leher rahim dan kanker payudara.
Dua penyakit ini banyak diderita warga di negara-negara berkembang yang sumber dayanya terbatas.
"Peningkatan dua kanker ini di negara berkembang karena kurangnya program penapisan atau deteksi dini yang efektif," ujar Ansarul. (day/ben)
Baca tanpa iklan