News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mudik Lebaran 2015

Mengantuk Saat Mudik? Kiatnya, Hindari Makanan Manis

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Mengantuk merupakan masalah yang paling sering dihadapi para pengendara mobil ataupun motor saat menempuh perjalanan panjang saat musim mudik.

Mengantuk saat berkendara harus dihindari agar mudik berjalan lancar dan aman sampai kampung halaman.
Nah, rasa kantuk bisa disiasati dari asupan makanan saat sahur ataupun berbuka puasa.

Dokter spesialis gizi, Tirta Prawita Sari, mengungkapkan, untuk makan sahur, sebaiknya hindari makanan yang bisa menaikkan kadar gula darah, seperti nasi putih dan minuman manis.

"Memang makanan manis bisa memberikan energi dengan cepat, tetapi hanya sementara," kata Tirta saat ditemui pada pekan lalu.

Makanan dengan karbohidrat tinggi mudah diserap tubuh sehingga kita lebih cepat merasa lapar. Kalau sudah lapar, tubuh akan terasa lemas dan mudah mengantuk. Perbanyaklah protein dan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, jagung, dan gandum. Kedua jenis makanan ini akan membuat rasa kenyang lebih tahan lama.

Makanan atau minuman manis cocok untuk berbuka puasa. Namun, jangan berlebihan dalam mengosumsinya. Khusus untuk pengendara mobil ataupun motor, Tirta menyarankan agar mereka tidak langsung makan besar, apalagi jika akan melanjutkan menyetir kendaraan seusai berbuka puasa.

Cukup minum air putih atau teh manis dan dua potong kurma terlebih dahulu. Makanlah secara bertahap. "Kalau makan sekaligus terlalu banyak, aliran darah akan terkonsentrasi ke pencernaan. Dampaknya jadi ngantuk. Jadi, saat buka, jangan makan terlalu makan banyak dulu agar masih ada aliran darah cukup untuk dibawa ke otak," urai Tirta.

Jika mengantuk, berhentilah berkendara. Mengantuk saat berkendara bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini