News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Benarkah Bayi Laki-laki Lebih Mudah Stress?

Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi bayi mendengarkan musik.

TRIBUNNEWS.COM - Selama ini banyak orang memberikan label kepada anak laki-laki sebagai sosok “tangguh”, bahkan sebelum mereka mampu untuk mengikat tali sepatu sendiri.

Seakan untuk mendukung ketangguhannya, sedini mungkin laki-laki diajarkan untuk segera menghapus air mata ketika mereka mulai menangis.

Nyatanya, menurut artikel terbaru milik Dr Allan Schore, seorang psikolog klinis di UCLA, bayi laki-laki terlahir ke dunia dengan kondisi kurang mampu untuk menangani stres.

Apa sebabnya? Bayi laki-laki hanya memiliki sedikit hormon untuk mengelola stres ketimbang bayi perempuan, ditambah sisi kanan otak laki-laki, yaitu sisi yang bertanggung jawab untuk mengembangkan emosi, lebih kecil dan juga tumbuh lebih lambat dari perempuan.

“Ini semua bersumber pada biologi, di mana anak perempuan dilahirkan dengan lebih banyak kimia untuk menghadapi stres,” kata Schore.

“Karena anak laki-laki memiliki ketahanan kurang, itu sebabnya bayi dan anak laki-laki lebih berisiko untuk mengalami gangguan neuropsikiatri seperti autisme, lambat bicara, hingga gangguan perhatian,” jelasnya.

Pematangan otak yang lebih lambat pada bayi laki-laki adalah proses normal, jelas Schore. Mereka secara alami mengalami frustrasi pada usia 6 bulan dan menampilkan reaksi lebih intens terhadap stres pada usia 12 bulan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini