News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

80 Persen Balita Berisiko Terkena Campak dan Rubella, Segera Bawa ke Dokter Jika Temui Gejala Ini

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

80 Persen Balita Berisiko Terkena Campak dan Rubella, Segera Bawa ke Dokter Jika Temui Gejala Ini

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Antara Campak dan Rubella punya gejala yang memiliki gejala cenderung sama.

Menurut menurut Sekretaris Satgas Imunisasi IDAI Prof DR. Dr Soedjatmiko, Sp. A (K), M.Si, tenaga medis bahkan kerap salah mengira.

Oleh karena itu, Soedjatmiko menyarankan untuk tidak menerka-nerka. Segera dibawa ke rumah sakit agar segera ditangani.

Keduanya sama-sama berbahaya dan dapat membawa dampak berbahaya.

Baca juga: Campak dan Rubella Berbahaya, Simak Cara Pencegahannya Agar Tak Berakibat Fatal

Baca juga: TRIBUNNEWSWIKI - Mengenal Gejala dan Pengobatan Penyakit Rubella

Soedjatmiko mengatakan berisiko terkena campak dan rubella adalah anak yang berusia di bawah lima tahun (balita). Setidaknya mencapai hingga 80%.

Risiko ini bahkan bisa mengenai pada remaja berusia 15 tahun.

Oleh itu program khusus ada imunisasai campak, rubella, paling berbahaya bagi balita. Bisa pula pada anak sekolah sehingga menganggu aktivitas.

Selain itu, campak dan rubella kerap ditandai dengan bintik merah, demam, lesu dan nafsu makan yang menurun.

Jika sudah ada tanda-tanda seperti itu, Soedjatmiko menyarankan untuk tidak menunggu barang sehari atau dua hari.

"Jangan spekulasi, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Terkadang waktu survei juga diperiksa, dikira campak ternyata rubella. Begitu sebaliknya," ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Jumat (18/6/2021).

Karenanya, ia menuturkan jika perlu menerapkan prilaku hidup sehat dan bersih. Serta makan dengan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Selain itu, penting untuk melakukan vaksin bagi anak berusia 9 bulan, 18 bulan hingga kelas 1 SD.

Jika usia sudah lewat namun belum lakukan vaksin, Soedjatmiko tetap menyarankan pada orangtua untuk pergi ke fasilitas kesehatan. Tujuannya adalah untuk memberikan vaksin campak rubella pada anak.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini