News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Ahli Ingatkan Jika Imunitas yang Terbentuk Bisa Menurun

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi imunitas

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kekebalan atau imunitas yang dibangun dari komunitas jelas sangat penting.

Namun perlu dipahami jika imunitas yang muncul saat ini bisa saja menurun.

Terutama masyarakat dengan vaksin Covid-19 di bawah tiga dosis atau yang belum booster.

Baca juga: Copot Masker di Ruang Terbuka Diizinkan, Menkes: Imunitas Warga Terhadap Covid-19 Tinggi

Dan efektifitas terhadap varian Omicron beserta turunnya, BA.4 dan BA.5 ini memerlukan booster.

Dan itu masih menjadi isu bagi banyak negara termasuk Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman.

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. (dok pribadi)

"Sehingga kekebalan yang kita maksud di sini adalah harus dilihat dalam konteks itu, berapa persen yang sudah tiga dosis. Itu yang jadi modal," ungkap Dicky pada Tribunnews, Selasa (7/6/2022).

Menurutnya kecenderungan saat ini untuk defenisi dosis penuh adalah kearah tiga dosis.

Hal ini berdasarkan pada data berbagai negara. Termasuk varian omicron dan turunannya.

Kedua, kenapa pemerintah belum berani mengubah status pandemi.

Karena tidak ada negara yang bisa mengubah status pandemi. Kecuali Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Status pandemi berada di dalam International Health Regulation 2005 yang semua anggota WHO terverifikasi termasuk Indonesia. Dan semua anggota WHO terikat dengan regulasi ini.

"Yang jelas kita harus menunggu penilaian WHO," tegas Dicky.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini