TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua bangga bisa memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.
Namun, tidak sedikit pula yang bertanya-tanya, benarkah ASI eksklusif dapat melindungi anak dari risiko alergi, terutama alergi susu sapi?
Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Tiara Nien Paramita, SpA, jawabannya adalah benar, selama proses pemberian ASI dilakukan secara optimal dan eksklusif.
“Jawabannya benar, karena memang ASI itu dibuat oleh tubuh ibu sesuai kebutuhan anaknya. Desainnya berbeda antara anak satu dengan yang lain. ASI itu ibarat cairan biologis yang sangat spesifik,” jelasnya pada awak media di bilangan Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Baca juga: ASI Tidak Bisa Digantikan Susu Formula: Jadi Tameng Alami Lindungi Bayi
Mengapa ASI Bisa Protektif terhadap Alergi?
Secara ilmiah, ASI mengandung imunoglobulin A (IgA), enzim protektif, serta mikrobiota alami yang mendukung pembentukan sistem imun usus.
Ketika bayi hanya mengonsumsi ASI, ususnya akan berkembang secara lebih “tenang” tanpa paparan protein asing dari luar.
“Kalau bayi minum ASI eksklusif, dinding ususnya tidak mengalami luka-luka mikro atau micro tears. Itu artinya tidak ada celah bagi protein asing, seperti protein susu sapi untuk masuk dan memicu reaksi alergi,” katanya.
Selain itu, kolostrum (ASI pertama) berfungsi seperti 'vaksin alami', mengandung antibodi dan faktor pertumbuhan yang melindungi mukosa usus dari peradangan.
Itulah mengapa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama terbukti menurunkan risiko alergi di masa depan.
Baca juga: Bukan Sekadar Nutrisi, ASI Bentuk Awal Ikatan Emosional Ibu dan Anak
Penelitian internasional bahkan menunjukkan, bayi yang mendapat ASI eksklusif memiliki risiko 30–50 persen lebih rendah mengalami alergi makanan.
Termasuk alergi susu sapi, dibanding yang sejak awal mengonsumsi susu formula berbasis protein sapi.
ASI bukan hanya makanan. Di dalamnya terkandung lebih dari 200 komponen bioaktif, termasuk oligosakarida, laktosa, laktoferin, dan probiotik alami.
Semuanya berperan dalam melatih sistem kekebalan bayi agar mengenali mana zat asing yang perlu dilawan dan mana yang bisa ditoleransi.
Proses 'pelatihan imun' inilah yang membuat bayi menjadi lebih adaptif dan tidak mudah bereaksi berlebihan terhadap makanan baru setelah Makanan Pendamping ASI (MPASI) tiba.
(Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan